<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Smart Magazine &#187; Main Article</title>
	<atom:link href="http://smart.stkip-persis.ac.id/category/redaksi/main-article/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://smart.stkip-persis.ac.id</link>
	<description>Majalah Mahasiswa STKIP Persis</description>
	<lastBuildDate>Wed, 08 Feb 2012 03:45:48 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Pożyczki pozabankowe</title>
		<link>http://smart.stkip-persis.ac.id/2012/01/pozyczki-pozabankowe/</link>
		<comments>http://smart.stkip-persis.ac.id/2012/01/pozyczki-pozabankowe/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Jan 2012 17:02:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rajalt</dc:creator>
				<category><![CDATA[Main Article]]></category>
		<category><![CDATA[pożyczka pozabankowa]]></category>
		<category><![CDATA[pożyczki pozabankowe]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://smart.stkip-persis.ac.id/2012/01/pozyczki-pozabankowe/</guid>
		<description><![CDATA[Nico dziwnego, że Twój budynek wolnostojący, większa część czasu, potrzeby ogrzewania, wentylacji zaś serwis klimatyzacji w celu lepszej konserwacji urządzeń HVAC. Niemniej jednak nadzwyczaj ważne jest, ażeby przypatrywać się natomiast [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Nico dziwnego, że Twój budynek wolnostojący, większa część czasu, potrzeby ogrzewania, wentylacji zaś serwis klimatyzacji w celu lepszej konserwacji urządzeń HVAC. Niemniej jednak nadzwyczaj ważne jest, ażeby przypatrywać się natomiast uganiać się najlepszych firm HVAC. Skoro <a title="pożyczki pozabankowe" href="http://www.pożyczki-pozabankowe.pl/">Pożyczki pozabankowe</a> do licha i trochę ogrzewania, wentylacji oraz klimatyzacji powietrza firmy naokoło, znajdziesz ich usługi różnią się od firmy aż do firmy. Mogą się nie zgadzać się w zakresie umów serwisowych, poziomu usług albo jakości, dyspozycja  a ich ceny. Niemniej, zapewne iż są niezmiernie wyszkoleni na tak wiele na danej dziedzinie, nie ma odwagi do obsługi kłopot. Jeżeli nie, owo być może pogorszyć tarapaty. Skoro większość ogrzewania  chłodzenia firmy oferują takie intensywne usług a instalacji HVAC spośród wykwalifikowanych zaś specjalistów, to nie ma potrzeby poradzą sobie. Z drugiej strony, swoje małe zaniedbanie może wywołać niektóre firmy, którzy w końcu pustka nie robi zaś kosztowało dużo w kategoriach zła pielęgnacja, montaż oraz reperacja. Jeśli stricte słuchać kilku ważnych kroków, jest dozwolone dowiedzieć się najlepsze firmy, które oferują najlepsze usługi tudzież atut pieniędzy. Po największej części trójka główne kroki powinno się przeprowadzić. Są one wymienione poniżej. Czucie biuro firma &#8211; Możesz sprezentować się skusić gros stron internetowych konsumentów w ustaleniu ogrzewania tudzież chłodzenia firmy. Miejsc konsumenckich po największej części zaprezentować o trwałość danej firmy, bowiem kiedy powoli, iż biznes dokonuje tej branży. Przecież nie dostaniesz najlepszą firmą w tym procesie. Owszem, furt będzie lepiej skontaktować się sekretariat firmy. Business.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://smart.stkip-persis.ac.id/2012/01/pozyczki-pozabankowe/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Yang Terlupakan</title>
		<link>http://smart.stkip-persis.ac.id/2009/10/yang-terlupakan/</link>
		<comments>http://smart.stkip-persis.ac.id/2009/10/yang-terlupakan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Oct 2009 06:37:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Smart Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lihat Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Main Article]]></category>
		<category><![CDATA[Redaksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://smart.stkip-persis.ac.id/?p=104</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah kebanggaan tersendiri pada zaman yang dianggap modern ini jika apa yang kita lakukan sesuai dengan apa yang dilakukan orang-orang di barat sana dan ketika tidak sesuai dianggap lah tidak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebuah kebanggaan tersendiri pada zaman yang dianggap modern ini jika apa yang kita lakukan sesuai dengan apa yang dilakukan orang-orang di barat sana dan ketika tidak sesuai dianggap lah tidak modern dan ketinggalan zaman. Hari ini bukan sedikit sesuatu yang datang dari barat dan seolah-olah hal tersebut modern tanpa tahu maksud dan kenapa hal tersebut ditirunya.</p>
<p>Secara teknologi kita akui bahwa barat lebih maju dan berkembang dibandingkan dengan Negara kita dan hal itulah yang seharusnya kita tiru untuk kemajuan bangsa (berfikir modern) dengan tidak melupakan identitas kita sebagai orang timur, namun yang banyak ditiru oleh anak bangsa hari ini bukan dari segi kemajuan teknologinya tetapi lebih kepada gaya hidup (Life style) mulai dari cara berpakaian yang sudah<span id="more-104"></span> hampir melupakan ketimurannya bahkan melupakan aturan agama yang telah dianutnya, pergaulan antara laki-laki dan perempuan yang dulu benar-benar sangat sacral tapi hari ini semuanya telah berubah dan menjadi sesuatu yang lumrah bahkan dianggap ketinggalan zaman jika tidak berfikir dan bertindak seperti mereka.</p>
<p>Sesuatu yang datang dari barat tidak harus kita tolak secara mentah-mentah namun kita lah yang harus punya filter untuk menyaring kembali mana yang memang termasuk modernisasi yaitu untuk kemajuan bangsa dan mana yang termasuk westernisasi yang lebih condong kebarat dan melupakan identitas ketimuran kita. Karena jika kita kaji ternyata barat mempunyai visi yang sangat keji terhadap bangsa kita khususnya umat Islam namun mereka mampu membungkus dengan baik visi keji mereka sehingga sulit untuk diketahui bahkan banyak ulama yang ikut serta tehadap visi mereka entah ketidak tahuan mereka ataukah mempunyai visi yang sama seperti mereka.</p>
<p>Lalu apa sebenarnya yang harus kita lakukan dengan keadaan yang tidak bisa kita halangi kedatangannya? diantara modernisasi dan westernisasi ternyata masih ada Islamisasi yang kadang hal itu dilupakan tetapi selalu menjadi solusi dan benteng. Dalam menyikapi perkembangan zaman seperti sekarang ini Islam adalah satu-satunya yang mampu menjadi solusi untuk keluar dari gejala westernisasi paling tidak mencegah hal tersebut sehingga umat tidak terlalu tergila-gila dengan sesuatu yang datang dari barat karena Islam pun ternyata lebih modern, tinggal kita sejauh mana kita mampu menterjemahkan Islam dalam sosialitas sehari-hari dan membentengi diri dari sesuatu yang ternyata bukan suatu ke moderenan tetapi lebih ke westernisasi (kebarat-baratan).</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://smart.stkip-persis.ac.id/2009/10/yang-terlupakan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Masyarakat kitab</title>
		<link>http://smart.stkip-persis.ac.id/2009/10/masyarakat-kitab/</link>
		<comments>http://smart.stkip-persis.ac.id/2009/10/masyarakat-kitab/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Oct 2009 06:24:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Smart Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hadits]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Main Article]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://smart.stkip-persis.ac.id/?p=102</guid>
		<description><![CDATA[Bukan hal aneh ketika dalam kajian ataupun perkumpulan-pekumpulan umat islam yang menjadi objek perbincangan adalah islam itu sendiri beserta sendi-sendi yang ada didalamnya dari mulai aqidah sampai mauamalah bahkan bisa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bukan hal aneh ketika dalam kajian ataupun perkumpulan-pekumpulan umat islam yang menjadi objek perbincangan adalah islam itu sendiri beserta sendi-sendi yang ada didalamnya dari mulai aqidah sampai mauamalah bahkan bisa dikatakan begitu sempurnanya Islam sampai-sampai seolah tidak ada celah untuk timbulnya kritik dari kubu umat islam itu, padahal orang mengatakan bahwa &#8220;kritik adalah sesuatu yang akan membangun&#8221; namun hal itu tidak berlaku untuk islam dan ideologinya.</p>
<p>Hal tersebut tidak bisa disalahkan karena memang ideology itu dibangun tidak sembarangan tetapi berdasarkan kekuatan dalil yang langsung dari pencipta Islam itu, seperti  dalam surat <span id="more-102"></span>Ali Imran ayat 3 “Hari ini telah Aku sempurnakan untuk kalian agama kalian dan Aku ridho Islam menjadi agama kalian”.</p>
<p>Berdasarkan ayat itulah seolah kritik tertutup untuk Islam, dan tidak bisa dipungkiri bahwa diri kita pun merasakan hal itu. Islam adalah agama social dengan kata lain hadirnya Islam adalah untuk kemaslahatan umat mulai dari awal turunnya sampai nanti hari kiamat.</p>
<p>Hadirnya Rasul adalah untuk menterjemahkan (mensosialkan) maksud-maksud Allah terhadap umatnya dan dengan bimbingan Allah serta kesabaran diri Rasul akhirnya Islam pada saat itu berhasil disosialkan dan dengan hal itu tercipat masyarakat kitab yang hidup berdasarkan aturan-aturan islam.</p>
<p>Rasul begitu sempurna menterjemahkan Islam dalam kehidupan sehari-hari bahkan untuk mempermudah umatnya beliau membantu dengan hadits-hadits yang sampai saat ini masih kita baca dan diperbincangkan. Tidak bisa kita pungkiri lagi bahwa hari ini kesempurnaan Islam hanya menjadi perbincangan dan tidak sedikit orang yang tahu tentang Islam sampai sendi-sendinya tetapi hal itu hanya menjadi perbincangan semata, dan mereka adalah ahli kitab (pengkaji kitab).</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://smart.stkip-persis.ac.id/2009/10/masyarakat-kitab/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pendidikan Gratis Bukan Solusi</title>
		<link>http://smart.stkip-persis.ac.id/2009/05/pendidikan-gratis-bukan-solusi/</link>
		<comments>http://smart.stkip-persis.ac.id/2009/05/pendidikan-gratis-bukan-solusi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 30 May 2009 07:37:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Smart Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Main Article]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Gratis]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://smart.stkip-persis.ac.id/?p=59</guid>
		<description><![CDATA[Pendidikan di Indonesia menjadikan bangsa lain yang lebih maju dalam bidang pendidikan sebagai tolok ukur keberhasilan pendidikan bangsa. Sehingga seringkali kita melupakan fungsi dan tujuan pendidikan nasional yang tercantum dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pendidikan di Indonesia menjadikan bangsa lain yang lebih maju dalam bidang pendidikan sebagai tolok ukur keberhasilan pendidikan bangsa. Sehingga seringkali kita melupakan fungsi dan tujuan <a href="http://smartcampz.blogspot.com/">pendidikan nasional</a> yang tercantum dalam undang-undang, yaitu :</p>
<p>Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang <span class="fullpost">bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman <span id="more-59"></span>dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab. (UU RI, No. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas, Pasal 3).</span></p>
<p>Kalau pendidikan kita terfokus kepada upaya membentuk manusia seperti yang tercantum dalam undang-undang dan mengesampingkan persaingan dengan bangsa lain, itu akan lebih baik. Karena secara umum pendidikan nasional bertujuan untuk membentuk manusia yang cerdas, bermoral dan bertanggungjawab. Sedangkan pendidikan yang sedang dijalankan oleh bangsa ini adalah pendidikan yang bertujuan untuk menghindarkan bangsa ini dari ketertinggalan dan mengejar Negara lain yang lebih maju dalam bidang pendidikan.</p>
<p>Salah satu upaya yang dilakukan untuk mencapai hal tersebut yaitu dibuat sebuah peraturan tentang nilai standar kelulusan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan bangsa. Dari peraturan inilah kita bisa menyimpulkan bahwa fungsi dan tujuan pendidikan nasional yang tercantum dalam undang-undang sangat dikesampingkan. Karena dalam peraturan tersebut yang menjadi penentu kelulusan seseorang dalam pendidikan adalah nilai yang didapat oleh siswa tanpa menilai moral dan perilaku siswa sehari-hari.</p>
<p>Disampin itu, dengan adanya program wijib belajar sembilan tahun dan ditambah dengan adanya Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang bertujuan untuk meringankan biaya sekolah siswa, kelihatannya akan sangat membantu mengangkat kualitas pendidikan di Indonesia. Namun pada kenyataannya dengan ditanggungnya biaya pendidikan bagi para siswa tingkat sekolah dasar dan sekolah menengah pertama oleh pemerintah, justru kualitas pendidikan bangsa semakin rendah.</p>
<p>Program bantuan ini akan sangat tepat bilamana hanya diberikan kepada orang-orang yang tidak mampu dan mereka yang membutuhkan terhadap bantuan tersebut. Tetapi karena diberikan kepada semua kalangan, ini menjadi hal yang negative karena beberapa kalangan bantuan ini hanya akan mengurangi motivasi dalam pendidikan, baik orang tua yang merasa dengan bantuan tersebut tidak ada beban biaya besar yang harus dikeluarkan untuk bersekolah sehingga tuntutan terhadap anak merekapun ikut berkurang maupun dari siswa itu sendiri karena kurangnya tuntutan terutama dari orang tua.</p>
<p>Karena itulah sekolah sekarang ini layaknya sebuah budaya, bahkan sebagian masyarakat ada yang menganggap sekolah hanyalah sebuah rutinitas semata bukan sarana untuk mengembangkan potensi diri dan memperluas pengetahuan. Inilah yang menjadi salah satu penyebab pendidikan di Indonesia sangat sulit untuk maju dan bisa bersaing dengan Negara-negara lain yang lebih maju dalam bidang pendidikan. Wallahu a’lam……</p>
<p>PENDIDIKAN GRATIS BUKAN SOLUSI<br />
oleh  TauFik I</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://smart.stkip-persis.ac.id/2009/05/pendidikan-gratis-bukan-solusi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Guru Bukanlah Mata Pencaharian</title>
		<link>http://smart.stkip-persis.ac.id/2009/05/guru-bukanlah-mata-pencaharian/</link>
		<comments>http://smart.stkip-persis.ac.id/2009/05/guru-bukanlah-mata-pencaharian/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 May 2009 07:35:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Smart Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Main Article]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://smart.stkip-persis.ac.id/?p=56</guid>
		<description><![CDATA[Kemiskinan masih merupakan salah satu faktor penyebab terpuruknya pendidikan di Indonesia. Namun berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang mana kemiskinan berpengaruh terhadap ketidakmampuan orang tua untuk menyekolahkan anaknya sehingga banyak anak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kemiskinan masih merupakan salah satu faktor penyebab terpuruknya pendidikan di Indonesia. Namun berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang mana kemiskinan berpengaruh terhadap ketidakmampuan orang tua untuk menyekolahkan anaknya sehingga banyak anak usia sekolah yang putus sekolah, sekarang kemiskinan justru berpengaruh terhadap kualitas para guru sebagai pendidik.</p>
<p>Dengan beberapa programnya, seperti BOS, pemerintah <span class="fullpost">bisa dikatakan berhasil dalam upaya mengatasi ketidakmampuan orang tua untuk menyekolahkan anak mereka. Tapi untuk masalah peningkatan kualitas guru, program yang dilakukan pemerintah rasanya tidak bisa dikatakan berhasil atau bahkan bisa dikatakan gagal.</p>
<p>Adanya penghargaan pemerintah terhadap beberapa guru yang dianggap teladan, memperlihatkan kurangnya kualitas para guru yang ada di Indonesia . Karena untuk memperoleh predikat sebagai guru teladan harus memenuhi criteria-kriteria yang telah ditentukan oleh pemerintah dan tidak mungkin ditunjuk langsung. Dan dari sekian banyak guru yang ada di Indonesia hanya beberapa orang guru saja yang memenuhi criteria tersebut, padahal idealnya semua guru bisa memenuhi criteria tersebut bila mutu pendidikan di Negara kita ingin lebih maju.</p>
<p>Dalam pendidikan sekarang, profesi guru mengalami alih fungsi, yang seharusnya guru bertugas mendidik dan mengembangkan fotensi yang dimiliki anak supaya menjadi lebih baik, justru guru itu malah dianggap sebagai mata pencaharian. Sehingga begitu banyak orang berbondong-bondong mendaftarkan diri untuk menjadi seorang guru. Ini diperkuat dengan semakin dimanjakannya para guru dengan berbagai program pemerintah untuk para guru tanpa meninjau kemampuan dan keberhasilan para guru dalam mengajar.</p>
<p>Lebih ironisnya lagi, bagi guru terutama yang sudah menjadi pegawai negeri meskipun satu hari, dua hari atau bahkan sebulan penuh tidak melaksanakan tugasnya, mereka tetap mendapatkan gaji dan bahkan tidak pernah ada potongan gaji bagi mereka yang tidak menjalankan tugasnya tersebut. Hal ini manjadikan berkurangnya rasa tanggung jawa dalam diri para guru, sehingga ada guru yang merasa telah menjalankan tugasnya dengan hanya memberikan tugas kepada para siswa. Dan lebih parahnya lagi banyak guru yang meninggalkan tugas mengajar mereka hanya untuk malaksanakan kepentingan mereka sendiri.</p>
<p>Tidak adanya rasa tanggung jawab dalam diri guru dengan meninggalkan tugas dan kewajiban mereka sebagai guru, sangat berpengaruh terhadap siswa. Maka jangan heran ketika melihat banyak pelajar yang melanggar norma dan tidak bermoral, karena gurunya sendiri yang seharusnya menjadi teladan bagi para siswa, secara tidak langsung telah mencontohkan kepada mereka untuk berbuat seperti itu.</p>
<p>Bagi para guru di Indonesia mari kita bersama mengkaji dan memahami kembali tugas dan kewajiban kita sebagai guru, apakah sudah terlaksa atau justru yang kita lakukan selama ini hanya sebagia kecil saja dari tugas dan kewajiban kita. Mari kita kaji dan fahami kembali fungsi dan tujuan pendidikan, apakah pendidikan yang kita jalankan sudah sesuai dengan fungsinya? dan apakah tujuan pendidikan sudah dapat kita capai? Kita sebagai guru jangan sampai menganggap profesi kita sebagai mata pencaharian semata, sehingga kita hanya menunggu pergantian bulan saja untuk mendapatkan apa yang kita inginkan. Dan kita sebagai guru jangan sampai hanya menjadi bomerang bagi pendidikan di negeri ini. </p>
<p>Wallahu a’lam……</p>
<p></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://smart.stkip-persis.ac.id/2009/05/guru-bukanlah-mata-pencaharian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Partai Islam : Antara Kepentingan Islam dan Kepentingan Pribadi</title>
		<link>http://smart.stkip-persis.ac.id/2009/05/partai-islam-antara-kepentingan-islam-dan-kepentingan-pribadi/</link>
		<comments>http://smart.stkip-persis.ac.id/2009/05/partai-islam-antara-kepentingan-islam-dan-kepentingan-pribadi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 May 2009 07:13:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Smart Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Main Article]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://smart.stkip-persis.ac.id/?p=55</guid>
		<description><![CDATA[Reformasi pada tahun 1998 yang dibarengi dengan runtuhnya pemerintahan Orde Baru, menyebabkan terjadi perubahan besar-besaran di Indonesia. Masyarakat seakan terbebas dari cengkraman penguasa Orde Baru yang mengekang mereka. “siga kuda [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Reformasi pada tahun 1998 yang dibarengi dengan runtuhnya pemerintahan Orde Baru, menyebabkan terjadi perubahan besar-besaran di Indonesia. Masyarakat seakan terbebas dari cengkraman penguasa Orde Baru yang mengekang mereka. “siga kuda lepas tina gedogan”, pribahasa inilah yang paling tepat untuk menggambarkan keadaan masyarakat pada waktu itu.<span class="fullpost"> </span></p>
<p>Runtuhnya pemerintahan Orde Baru juga berpengaruh terhadap system pemilu. Hal itu sangat nampak dari jumlah partai peserta pemilu, yang pada masa Orde Baru pemilu hanya diikuti beberapa partai saja, setelah runtuhnya pemerintahan Orde Baru jumlah partai peserta pemilu semakin banyak. Keadaan tersebut dimanfaatkan pula oleh para tokoh Islam di Indonesia untuk mendirikan partai-partai yang berideologikan Islam. Tujuan utama mereka mendirikan partai tersebut tiada lain untuk memperjuangkan kepentingan-kepentingan Islam (katanya). Hingga banyak partai baru yang berideologi Islam ikut serta dalam pemilu.</p>
<p>Entah mereka sadari atau tidak, penomena ini justru akan lebih mempersulit perjuangan mereka, karena kekuatan umat Islam akan terpetak-petak dan akan sulit disatukan. Hal ini telah terbukti pada pemilu-pemilu, baik pemilihan walikota, bupati dan gubernur, partai-partai Islam ini bukannya bersatu (berkoalisi) untuk mengusung pemimpin yang sama, justru mereka malah bersaing dan berkoalisi dengan partai-partai yang lain (tidak berideologikan Islam) meskipun dibeberapa daerah ada juga partai-partai Islam yang berkoalisi. Yang lebih ironisnya lagi, dalam salah satu acara televisi swasta yang memperdebatkan antara dua partai Islam yang cukup ternama dan diwakili oleh tokoh-tokoh partai tersebut. Ada sebuah kejadian yang sangat mengherankan sekaligus menyedihkan, yaitu ketika salah seorang tokoh dari salah satu partai yang berdebat tersebut ditanya tentang kenapa kedua partai tersebut tidak bersatu saja padahal keduanya sama-sama ingin memperjuangkan kepentingan Islam. Dengan santai orang itu menjawab silahkan saja kalau partai bapak mau bergabung dengan partai kami. Sebuah jawaban yang ‘lucu’ dan tidak layak dikatakan oleh seseorang yang menjadi tokoh sebuah partai yang mengaku berideologi Islam. Maka dari jawaban tersebut akan muncul sebuah pertanyaan “Haruskah kita menunggu orang lain bergabung dengan kita untuk menghimpun kekuatan yang besar dan melaksanakan perjuangan bersama-sama?“ Inilah pertanyaan yang harus mereka jawab.</p>
<p>Sebenarnya kalaulah mereka benar-benar ingin memperjuangkan kepentingan Islam melalui partai, kenapa harus berdiri banyak partai Islam? padahal hal itu sudah jelas hanya akan mempersulit perjuangan mereka. Kita sebagai umat Islam perlu mempertanyakan kembali kepada partai-partai Islam tersebut, apakah mereka benar-benar ingin memperjuangkan kepentingan Islam, atau mungkin mereka hanya ingin memperjuangkan kepentingan mereka dengan mengatasnamakan Islam, karena Islam merupakan agama mayoritas bagi penduduk Indonesia sehingga akan lebih mempermudah tercapainya tujuan mereka.</p>
<p>Hal ini menuntut kita sebagai umat Islam yang sebentar lagi akan memilih orang yang akan mewakili dan sekaligus menjadi pemimpin kita agar lebih teliti dan cerdas dalam menentukan pilihan kita. Wallahu a’lam……</p>
<p>Best Inbox-Created by: Ihsan H</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://smart.stkip-persis.ac.id/2009/05/partai-islam-antara-kepentingan-islam-dan-kepentingan-pribadi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Islam dan Persatuan Umat</title>
		<link>http://smart.stkip-persis.ac.id/2009/05/islam-dan-persatuan-umat/</link>
		<comments>http://smart.stkip-persis.ac.id/2009/05/islam-dan-persatuan-umat/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 May 2009 06:37:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Smart Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[Main Article]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://smart.stkip-persis.ac.id/?p=49</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Islam bersatu tak bisa dikalahkan&#8230;&#8221;
Itulah sepenggal kalimat yang selalu diteriakan oleh umat Islam ketika berunjuk rasa. Tapi kita tidak tahu apakah kalimat tersebut muncul dari hati nurani yang menginginkan umat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Islam bersatu tak bisa dikalahkan&#8230;&#8221;</p>
<p>Itulah sepenggal kalimat yang selalu diteriakan oleh umat Islam ketika berunjuk rasa. Tapi kita tidak tahu apakah kalimat tersebut muncul dari hati nurani yang menginginkan umat Islam bersatu atau hanya ucapan yang keluar dari mulut semata. Karena kenyataannya umat Islam sangatlah sulit untuk dipersatukan. Yang menjadi pertanyaan, mengapa <span class="fullpost">hal itu bisa terjadi? Padahal kita tahu bahwa Islam sangat menganjurkan umatnya untuk senantiasa bersatu dan melarang keras bercerai berai. Hal ini sebagaimana tercantum dalam surat Ali-Imran ayat 103, “Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai.”.  kita juga yakin bahwa banyak umat Islam (meskipun tidak mengetahui ayat tersebut) menyadari bahwa persatuan umat itu sangatlah penting untuk menghimpun kekuatan.</span></p>
<p>Ada banyak faktor yang menyebabkan sulitnya umat Islam untuk bersatu. Salah satunya adalah karena umat Islam memiliki madzhab yang berbeda-beda, meskipun mereka berada di bawah satu naungan yaitu Islam. Sifat fanatiknya terhadap madzhab itulah yang menyebabkan sulitnya umat Islam untuk bersatu. Setiap orang menganggap madzhab merekalah yang paling benar, sehingga sulit untuk menerima madzhab-madzhab yang lain.</p>
<p>Banyak tokoh dan ormas Islam yang dengan lantang meneriakan supaya umat Islam bersatu dengan kembali kepada Qur’an dan Sunnah. Namun, yang perlu kita kaji adalah apakah Qur’an dan Sunnah bisa membentuk persatuan dan kesatuan umat? Karena kalau kita lihat hadits yang di riwayatkan oleh Imam Tirmidzi yang menjelaskan bahwa umat Islam akan terpecah menjadi 73 golongan, maka dapat disimpulkan bahwa Qur’an dan Sunnah sekalipun tidak akan mampu untuk mempersatukan umat Islam. Sebagai gambaran, MUI baru-baru ini mengeluarkan fatwa haramnya GOLPUT, hal itu mendatangkan pro dan kontra dikalangan masyarakat termasuk umat Islam, padahal MUI dengan tegas mengatakan bahwa fatwa tersebut berlandaskan kepada Qur’an surat An-Nisa ayat 59.</p>
<p>Tapi kalau kita amati beberapa tahun kebelakang, terlihat beberapa kali umat Islam melupakan madzhab-madzhab mereka dan mau bersatu. Namun, persatuan itu hanya beberapa saat dan juga bukan karena kembali kepada Qur’an dan Sunnah. Persatuan tersebut muncul karena adanya kesamaan dalam kepentingan yaitu melawan musuh Islam dan untuk membela Islam. Kepentingan tersebut muncul karena adanya penghinaan, pelecahan, dan penindasan terhadap Islam (hukum sejarah mengatakan bahwa ”musuh atau lawan akan bersatu ketika menghadapi musuh yang sama”). Seperti yang terjadi ketika umat Islam melakukan kecaman terhadap pembuatan karikatur Nabi Muhammad dan belakangan ini ketika umat Islam mengecam agresi Israel terhadap Hamas di Palestina. Ini membuktikan bahwa sebenarnya umat Islam bisa bersatu, tetapi yang bisa mempersatukan umat Islam bukanlah Qur’an dan Hadits, melainkan penghinaan, pelecehan dan penindasan terhadap Islam.</p>
<p>Yang menjadi masalah, haruskah kita menunggu Islam di hina dan di tindas terlebih dahulu, baru kita akan bersatu? Pada akhirnya, yang bisa menjawab itu semua adalah kita sebagai umat Islam.  wallahu A’lam…&#8230;</p>
<p>Penulis: San’TeHa</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://smart.stkip-persis.ac.id/2009/05/islam-dan-persatuan-umat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pemimpin Cerdas, Bijaksana dan Bertanggung Jawab</title>
		<link>http://smart.stkip-persis.ac.id/2009/05/pemimpin-cerdas-bijaksana-dan-bertanggung-jawab/</link>
		<comments>http://smart.stkip-persis.ac.id/2009/05/pemimpin-cerdas-bijaksana-dan-bertanggung-jawab/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 May 2009 09:58:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Smart Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[Lihat Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Main Article]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://smart.stkip-persis.ac.id/?p=44</guid>
		<description><![CDATA[Dalam Islam, semua manusia memiliki predikat sebagai pemimpin, hal itu sesuai dengah hadits “setiap kalian adalah pemimpin”. Ini menunjukan bahwa tidak ada criteria khusus yang harus dimiliki seorang pemimpin karena [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam Islam, semua manusia memiliki predikat sebagai pemimpin, hal itu sesuai dengah hadits “setiap kalian adalah pemimpin”. Ini menunjukan bahwa tidak ada criteria khusus yang harus dimiliki seorang pemimpin karena setiap orang sudah memiliki fitrah sebagai pemimpin. Tetapi Allah juga memberikan batasan kepada kita dalam mengangkat seorang pemimpin. Batasan tersebut tergambar dalam ayat berikut :</p>
<p>Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin (mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barang siapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang dzalim. (Q.S Al-Maidah : 51)</p>
<p>Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu jadikan bapak-bapak dan saudara-saudaramu pemimpin-pemimpinmu, jika mereka lebih mengutamakan kekafiran atas keimanan dan siapa di antara kamu yang menjadikan mereka pemimpin-pemimpinmu, maka mereka itulah orang-orang yang dzalim. (Q.S At-Taubah : 23)</p>
<p>Ayat pertama melarang kita mengangkat orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin. Sedangkan ayat kedua melarang kita mengangkat pemimpin yang lebih mengutamakan kekafiran daripada keimanan. Itulah batasan yang diberikan Allah kepada kita dalam memilih seorang pemimpin.</p>
<p>Walaupun Allah telah memberikan batasan kepada kita dalam memilih seorang pemimpin, tetapi orang yang akan kita tunjuk menjadi seorang pemimpin harus memiliki criteria-kriteria tertentu. Hal tersebut juga diungkapkan oleh Imas Rosyanti dalam bukunya yang berjudul Esensi AL-Qur’an (2002:271-272), bahwa ada beberapa criteria yang harus dipenuhi oleh seseorang yang akan menjadi pemimpin, criteria tersebut berkaitan dengan aspek intelektual, aspek moral spiritual dan aspek kecakapan, disamping itu juga harus berpengetahuan luas, bersikap adil dan shaleh. Ibn Taimiyah menambahkan dua persyaratan pokok, yaitu kejujuran atau dapat dipercaya (Amanah) dan kekuatan atau kecakapan (Quwwah).</p>
<p>Oleh: Barudak STKIP Majalaya</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://smart.stkip-persis.ac.id/2009/05/pemimpin-cerdas-bijaksana-dan-bertanggung-jawab/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Melepaskan Pragmatisme</title>
		<link>http://smart.stkip-persis.ac.id/2009/04/melepaskan-pragmatisme/</link>
		<comments>http://smart.stkip-persis.ac.id/2009/04/melepaskan-pragmatisme/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Apr 2009 07:23:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Smart Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Main Article]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://smart.stkip-persis.ac.id/?p=27</guid>
		<description><![CDATA[Kondisi sekarang semakin parah dengan adanya idiologi pragmatisme yang dipegang oleh partai-partai teramsuk partai Islam. Dalam situasi politik yang didominasi kepentingan sesaat seperti sekarang, bukan persoalan mudah untuk tidak tergiring [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kondisi sekarang semakin parah dengan adanya idiologi pragmatisme yang dipegang oleh partai-partai teramsuk partai Islam. Dalam situasi politik yang didominasi kepentingan sesaat seperti sekarang, bukan persoalan mudah untuk tidak tergiring dalam arus pragmatisme. Apalagi jika orang-orang yang menjadi anggota partai politik Islam tidak memiliki tameng diri yang kuat. <span class="fullpost"> </span></p>
<p>Namun, bukan berarti itu tidak bisa dihindari oleh partai-partai Islam. Caranya, partai-partai harus kembali mamahami asas perjuangannya yakni islam dan cita-cita islam itu sendiri bagaimana harus diterapkan. Partai islam harus lantang menolak UU yang lahir dari sekulerisme dan bertentangan dengan islam. Partai islam harus terus melakukan koreksi terhadap kebijakan keliru penguasa (Muhasabah hukkam). Para anggota partai Islam harus ingat betul mereka berjuang untuk islam sehingga mereka bergabung dengan partai Islam. Jangan sampai terbalik, dengan dalih Islam, mereka berebut mencari penghidupan dengan duduk menjadi wakil rakyat, setelah itu lupa tujuan pembentukan partai islam itu sendiri.</p>
<p>Karenanya, jika partai-partai islam ingin meraih dukungan yang signifikan, tidak ada jalan lain, mereka harus mendefinisikan dirinya kembali sebagai partai Islam sesungguhnya bukan sekedar nama belaka. Posisi abu-abu yang selama ini mendominasi harus segera disingkirkan. Jatidiri sebagai partai islam sejati harus ditunjukkan. Tegas menyatakan yang benar sebagai benar dan salah sebagai salah. Jadikan parlemen sebagai mimbar dakwah. Konsekuensinya berbagai hal yang bertentangan dengan syariah Islam akan ditentangnya.</p>
<p>Kini saatnya partai-partai islam meniti jalan Islam yang sesungguhnya, sesuai khittahnya sebagai partai pembawa suara islam (Shaut al- Islam), bukan sekedar basa-basi.</p>
<p>* * *<br />
[Ibnu Khaldun Aljabari, Pend Sejarah 3/2/2009]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://smart.stkip-persis.ac.id/2009/04/melepaskan-pragmatisme/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Valentine’s day</title>
		<link>http://smart.stkip-persis.ac.id/2009/04/valentine%e2%80%99s-day/</link>
		<comments>http://smart.stkip-persis.ac.id/2009/04/valentine%e2%80%99s-day/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Apr 2009 10:02:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Smart Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[Lihat Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Main Article]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://smart.stkip-persis.ac.id/?p=24</guid>
		<description><![CDATA[Valentine’s day yang dikatakan orang sebagai hari kasih sayang ini sudah begitu menjalar di masyarakat Indonesia yang notabene Agama Islam dan dilaksanakan sebagai suatu perayaan. Kalaulah b orang-orang yang merayakan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Valentine’s day yang dikatakan orang sebagai hari kasih sayang ini sudah begitu menjalar di masyarakat Indonesia yang notabene Agama Islam dan dilaksanakan sebagai suatu perayaan. Kalaulah b orang-orang yang merayakan itu sadar bahwa hal itu merupakan perbuatan yang tidak pantas bahkan dilarang oleh Agama Islam dengan dalil bertasabuh.</p>
<p>Sejenak kita meninjau alur sejarah munculnya valentine’s day. Valentine berawal dari sebuah perayaan “Lupercelia“ yang tidak lain merupakan sebuah upacara pensucian di masa Romawi kuno pada tanggal 13 sampai 18 Pebruari yang dua hari pertama dipersembahkan untuk “Dewi Cinta – Juno Februata”. Hari selanjutnya pemuda mengundi nama-nama pemudi dalam kotak dan nama yang keluar dijadikan pilihan untuk menemani mereka bersenang-senang, di dalamnya terdapat upacara meminta perlindungan dewa “Lupercelia” dari gangguan srigala dan banyak sekali rangkaian pesta yang tidak rasional jika dilakukan seperti melecut wanita-wanita dengan kulit binatang dengan anggapan akan membuat subur. Upacara ini diadopsi oleh agama Kristen Katholik Roma dengan diwarnai nuansa kristenisasi yang didukung langsung oleh kaisar konstatin dan Paus Giregorg I, Paus Gelasius I dengan menjadikan upacara Romawi kuno ini menjadi hari perayaan Gereja dg nama “Saint Valentine’s Day” sebagai hari penghormatan bagi St. Valentine yang meninggal pada tanggal 14 Pebruari.</p>
<p>Ada tiga versi nama Valentine yang mati pada tanggal 14 Pebruari yang dihubungkaitkan dengan perayaan valentine’s Day itu yaitu:</p>
<ol>
<li>St. Valentinus. Kaisar Claudius II yang memerintahkan bala tentaranya untuk menangkap St. Valentine, dia adalah seorang pendeta di Termi, satu tempat 60 mil dari Roma. Ia dikejar-kejar karena mempengaruhi bangsa Romawi untuk masuk kristen (sebelum kristen masuk Roma). Ia tertangkap dan dipasung di Roma sekitar tahun 273 M. Sebelum dieksekusi dia mengirim surat kepada para putri-putri penjaga penjara dengan mendo’akan semoga bisa melihat dan mendapat kasih sayang Tuhan dan kasih sayang Manusia… Van Palentinenu. Itulah tulisan akhir Valentine dan surat itu tertanggal 14 pebruari 270 M sehingga tanggal itu ditetapkan sebagai Valentine’s Day oleh bangsa Romawi.</li>
<li>Kaisar Claudius II menganggap bahwa tentara bujangan muda lebih tabah dan kuat untuk berperang dan bertanding dibandingkan dengan yang sudah menikah maka kaisar melanggar para pemuda menikah, namun St. Valentine melanggarnya dengan diam-diam menikahkan banyak pemuda, Ia pun ditangkap dan dihukum gantung pada tanggal 14 Pebruari.</li>
<li>Kembali dikaitkan dengan St. Valentine yang hidup di Roma pada tahun 200 M. dibawah kekuasaan kaisar claudius II St. Valentine pernah ditangkap oleh orang-orang Romawi dan di masukan ke penjara karena membantah satu pihak untuk memasuki dan menentang kaisar. St. Valentine berhasil ditangkap pada akhir tahun 270 M. kemudian orang-orang Romawi memenggalnya di Palentine Hill dekat Altar Juno.</li>
</ol>
<p>Di Negara tercinta kita Indonesia, budaya Valentine’s day ini begitu merebak, khususnya dikalangan muda dengan berpesta dan melakukan ha-hal yang tidak layak untuk ditiru. Oleh karena itu, kita sebagai umat Islam tidak perlu tergoda dan ternodai dengan mengikuti budaya mereka, setiap hari merupakan kesempatan baki kita untuk memberikan kasih sayang, setiap waktu, setiap bertemu. Tapi ingat bukan pada lawan jenis saja! Semangat untuk terus menjaga Aqidah demi mencapai Surga yang megah.</p>
<p>Penulis: Hudayat Cahyono putra</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://smart.stkip-persis.ac.id/2009/04/valentine%e2%80%99s-day/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

