<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Smart Magazine &#187; News</title>
	<atom:link href="http://smart.stkip-persis.ac.id/category/news/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://smart.stkip-persis.ac.id</link>
	<description>Majalah Mahasiswa STKIP Persis</description>
	<lastBuildDate>Tue, 17 Nov 2009 11:12:28 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Hari Terakhir CPNS Kota Bandung</title>
		<link>http://smart.stkip-persis.ac.id/2009/11/hari-terakhir-cpns-kota-bandung/</link>
		<comments>http://smart.stkip-persis.ac.id/2009/11/hari-terakhir-cpns-kota-bandung/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Nov 2009 04:33:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Raisa Pebriawati</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Seputar Bandung]]></category>
		<category><![CDATA[Alamat Surat CPNS Pemkot Bandung]]></category>
		<category><![CDATA[CPNS]]></category>
		<category><![CDATA[CPNS Kota Bandung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://smart.stkip-persis.ac.id/?p=128</guid>
		<description><![CDATA[Rabu ini (11/11/2009) merupakan hari terakhir bagi Anda yang akan mengirim berkas CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil) Kota Bandung dengan kuota sebanyak 268 orang yang merupakan Surat Menteri Negara Pendayagunaan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Rabu ini (11/11/2009) merupakan hari terakhir bagi Anda yang akan mengirim berkas <a href="http://smart.stkip-persis.ac.id/tag/cpns/">CPNS</a> (Calon Pegawai Negeri Sipil) Kota Bandung dengan kuota sebanyak 268 orang yang merupakan Surat Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Republik Indonesia Nomor 80.P/M.PAN/9/2009 Tanggal 7 September 2009 dan Keputusan Walikota Bandung Nomor 810/Kep.881-BKD/2009 tanggal 26 Oktober 2009, penerimaan CPNS formasi tahun 2009 adalah sebanyak 268 orang. Demikian yang kami kutip dari DetikBandung.</p>
<p>268 tersebut terbagi pada 121 tenaga guru, 115 tenaga kesehatan dan 32 tenaga teknis. Bagi Anda yang sudah melengkapi<span id="more-128"></span> berkas CPNS, hari ini (Rabu) merupakan hari terakhir surat lamaran untuk mengikuti seleksi harus sudah diterima oleh Pemkot Bandung dengan cap Pos dengan <a href="http://smart.stkip-persis.ac.id/tag/alamat-surat-cpns-pemkot-bandung/">alamat surat penerimaan berkas CPNS kota Bandung</a> di PO BOX 199 PEMKOT BANDUNG 40111.</p>
<p>Menurut pantauan DetikBandung setidaknya lebih dari 100 orang mengantri di empat loket yang disediakan oleh kantor Pos Bandung jalan Asia Afrika untuk melayani mereka yang akan mengirimkan berkas CPNS.</p>
<p>Loket kantor Pos yang disediakan diantaranya loket 17, 18, 19 dan loket 20. Dan harga pengiriman berkas CPNS sebesar Rp15.000 tanpa perangko balasan.</p>
<p>Nah, bagi Anda yang akan mengirimkan segera datangi kantor Pos Bandung sebelum pukul 18.00 WIB.</p>
<p>Semoga beruntung!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://smart.stkip-persis.ac.id/2009/11/hari-terakhir-cpns-kota-bandung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips Mengurangi Sampah</title>
		<link>http://smart.stkip-persis.ac.id/2009/08/tips-mengurangi-sampah/</link>
		<comments>http://smart.stkip-persis.ac.id/2009/08/tips-mengurangi-sampah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 Aug 2009 07:49:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Smart Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Save The World]]></category>
		<category><![CDATA[Techno]]></category>
		<category><![CDATA[Efek Global Warming]]></category>
		<category><![CDATA[Kurangi Sampai]]></category>
		<category><![CDATA[Pemanasan Global]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://smart.stkip-persis.ac.id/?p=66</guid>
		<description><![CDATA[Global worming atau pemanasan global menjadi isu yang sangat perlu perhatian khusus. Salah satu indikatornya adalah sampah. Istilah sampah sendiri pasti sudah tidak asing lagi ditelinga kita. Jika mendengar istilah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Global worming atau pemanasan global menjadi isu yang sangat perlu perhatian khusus. Salah satu indikatornya adalah sampah. Istilah sampah sendiri pasti sudah tidak asing lagi ditelinga kita. Jika mendengar istilah sampah, pasti yang terlintas dalam benak kita adalah setumpuk limbah yang menimbulkan aroma bau busuk yang sangat menyengat..ih gak enak banget kalo kita dikelilingi sampah!!!&#8230;</p>
<p>Sampah adalah zat kimia, energi atau makhluk hidup yang tidak mempunyai nilai guna dan cenderung merusak. tapi dengan kretifitas yang kita punya sampah bisa kita manfaatkan untuk ikut <span id="more-66"></span>serta dalam program pemanasan global, bahkan menghasilkan uang lho… Tentu bangga donk kita menjadi salah satu pesertanya!!!.. terus gimana caranya?.. berikut ini Ada beberapa cara pengurangan sampah yang lebih baik dan udah. Ada empat prinsip yang dapat kita gunakan dalam menangani masalah sampah ini. Ke empat prinsip tersebut lebih dikenal dengan nama 4R yang meliputi:</p>
<ol>
<li><em>Reduce</em> (Mengurangi); sebisa mungkin kita lakukan minimalisasi barang atau      material yang kita pergunakan. Coz Semakin banyak kita menggunakan      material, semakin banyak  pula sampah yang dihasilkan.tentunya gak      mau dong sampah bertambah terus sampai menyelimuti  planet bumi kita      yang tercinta…</li>
<li><em>Reuse </em>(Memakai      kembali); Nah, sebisa mungkin pilihlah barang-barang yang bisa dipakai      kembali. Coba hindari pemakaian barang-barang yang disposable (sekali      pakai, buang). Hal ini dapat memperpanjang waktu pemakaian barang sebelum      ia menjadi sampah.</li>
<li><em>Recycle</em> (Mendaur ulang); sebisa mungkin, barang-barang yg sudah tidak berguna      lagi, bisa didaur ulang, Tentunya dengan kreatifitas dan imajinasi.      Walaupun Tidak semua barang bisa didaur ulang, namun saat ini sudah banyak      ko’ industri non-formal dan industri rumah tangga yang memanfaatkan sampah      menjadi barang lain. Alias bisa menghasilkan <em>money coy</em>…!</li>
<li><em>Replace</em> (Mengganti); teliti barang yang kita pakai sehari-hari. Gantilah barang      barang yang hanya bisa kita pakai sekali saja dengan barang yang lebih      tahan lama. Juga telitilah agar kita hanya memakai barang-barang yang      lebih ramah lingkungan, misalnya, ganti kantong keresek kita dengan      keranjang bila berbelanja, dan jangan pergunakan styrofoam karena kedua      bahan ini tidak bisa didegradasi secara alami.</li>
</ol>
<p>Tentunya cara ini akan lebih baik digunakan dari pada dengan cara pembakaran. Karena selain mengurangi efek pemanasan global dengan mengurangi volume gas karbondioksida (CO<sub>2 </sub>) yang dihasilkan, cara ini tidak mempunyai efek samping baik bagi masyarakat ataupun lingkungan. Hebatkan….! Seperti kata pepatah pencegahan penyakit akan lebih baik dari pada mengobatinya. Kata bijak ini juga bisa digunakan dalam strategi penanganan sampah yakni mencegah terbentuknya sampah lebih baik dari pada mengolah/memusnakan sampah. Karena bagaimanapun mengolah/ memusnahkan sampah pasti akan menghasilkan jenis sampah baru yang mungkin saja lebih berbahaya dari sampah yang dimusnakan. Jadi mari mulai dari sekarang kita bebenah diri untuk mengurangi hal-hal yang bisa membentuk sampah.</p>
<p>By: Arief Najarudin</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://smart.stkip-persis.ac.id/2009/08/tips-mengurangi-sampah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Partai Islam : Antara Kepentingan Islam dan Kepentingan Pribadi</title>
		<link>http://smart.stkip-persis.ac.id/2009/05/partai-islam-antara-kepentingan-islam-dan-kepentingan-pribadi/</link>
		<comments>http://smart.stkip-persis.ac.id/2009/05/partai-islam-antara-kepentingan-islam-dan-kepentingan-pribadi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 May 2009 07:13:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Smart Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Main Article]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://smart.stkip-persis.ac.id/?p=55</guid>
		<description><![CDATA[Reformasi pada tahun 1998 yang dibarengi dengan runtuhnya pemerintahan Orde Baru, menyebabkan terjadi perubahan besar-besaran di Indonesia. Masyarakat seakan terbebas dari cengkraman penguasa Orde Baru yang mengekang mereka. “siga kuda [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Reformasi pada tahun 1998 yang dibarengi dengan runtuhnya pemerintahan Orde Baru, menyebabkan terjadi perubahan besar-besaran di Indonesia. Masyarakat seakan terbebas dari cengkraman penguasa Orde Baru yang mengekang mereka. “siga kuda lepas tina gedogan”, pribahasa inilah yang paling tepat untuk menggambarkan keadaan masyarakat pada waktu itu.<span class="fullpost"> </span></p>
<p>Runtuhnya pemerintahan Orde Baru juga berpengaruh terhadap system pemilu. Hal itu sangat nampak dari jumlah partai peserta pemilu, yang pada masa Orde Baru pemilu hanya diikuti beberapa partai saja, setelah runtuhnya pemerintahan Orde Baru jumlah partai peserta pemilu semakin banyak. Keadaan tersebut dimanfaatkan pula oleh para tokoh Islam di Indonesia untuk mendirikan partai-partai yang berideologikan Islam. Tujuan utama mereka mendirikan partai tersebut tiada lain untuk memperjuangkan kepentingan-kepentingan Islam (katanya). Hingga banyak partai baru yang berideologi Islam ikut serta dalam pemilu.</p>
<p>Entah mereka sadari atau tidak, penomena ini justru akan lebih mempersulit perjuangan mereka, karena kekuatan umat Islam akan terpetak-petak dan akan sulit disatukan. Hal ini telah terbukti pada pemilu-pemilu, baik pemilihan walikota, bupati dan gubernur, partai-partai Islam ini bukannya bersatu (berkoalisi) untuk mengusung pemimpin yang sama, justru mereka malah bersaing dan berkoalisi dengan partai-partai yang lain (tidak berideologikan Islam) meskipun dibeberapa daerah ada juga partai-partai Islam yang berkoalisi. Yang lebih ironisnya lagi, dalam salah satu acara televisi swasta yang memperdebatkan antara dua partai Islam yang cukup ternama dan diwakili oleh tokoh-tokoh partai tersebut. Ada sebuah kejadian yang sangat mengherankan sekaligus menyedihkan, yaitu ketika salah seorang tokoh dari salah satu partai yang berdebat tersebut ditanya tentang kenapa kedua partai tersebut tidak bersatu saja padahal keduanya sama-sama ingin memperjuangkan kepentingan Islam. Dengan santai orang itu menjawab silahkan saja kalau partai bapak mau bergabung dengan partai kami. Sebuah jawaban yang ‘lucu’ dan tidak layak dikatakan oleh seseorang yang menjadi tokoh sebuah partai yang mengaku berideologi Islam. Maka dari jawaban tersebut akan muncul sebuah pertanyaan “Haruskah kita menunggu orang lain bergabung dengan kita untuk menghimpun kekuatan yang besar dan melaksanakan perjuangan bersama-sama?“ Inilah pertanyaan yang harus mereka jawab.</p>
<p>Sebenarnya kalaulah mereka benar-benar ingin memperjuangkan kepentingan Islam melalui partai, kenapa harus berdiri banyak partai Islam? padahal hal itu sudah jelas hanya akan mempersulit perjuangan mereka. Kita sebagai umat Islam perlu mempertanyakan kembali kepada partai-partai Islam tersebut, apakah mereka benar-benar ingin memperjuangkan kepentingan Islam, atau mungkin mereka hanya ingin memperjuangkan kepentingan mereka dengan mengatasnamakan Islam, karena Islam merupakan agama mayoritas bagi penduduk Indonesia sehingga akan lebih mempermudah tercapainya tujuan mereka.</p>
<p>Hal ini menuntut kita sebagai umat Islam yang sebentar lagi akan memilih orang yang akan mewakili dan sekaligus menjadi pemimpin kita agar lebih teliti dan cerdas dalam menentukan pilihan kita. Wallahu a’lam……</p>
<p>Best Inbox-Created by: Ihsan H</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://smart.stkip-persis.ac.id/2009/05/partai-islam-antara-kepentingan-islam-dan-kepentingan-pribadi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kenapa Harus Ada GOLPUT?</title>
		<link>http://smart.stkip-persis.ac.id/2009/05/kenapa-harus-ada-golput/</link>
		<comments>http://smart.stkip-persis.ac.id/2009/05/kenapa-harus-ada-golput/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 May 2009 07:19:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Smart Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerpen]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://smart.stkip-persis.ac.id/?p=53</guid>
		<description><![CDATA[Eh tau ga sih lo? Gw sekrang nyalonin buat jadi caleg! Wah serius lo???? Aku kaget minta ampun ketika dia bilang bakal jadi caleg. Dia temen sekelasku pas SMK and [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Eh tau ga sih lo? Gw sekrang nyalonin buat jadi caleg! Wah serius lo???? Aku kaget minta ampun ketika dia bilang bakal jadi caleg. Dia temen sekelasku pas SMK and masih se-nasab. Kami sudah saling mengenal karakter, tabiat sampai silisilah habitat masing-masing yang berujung pada kakek buyut yang sama. (Maklum kita satu marga-siswa). Aku masih ingat dengan jelas our funny story. Dari semenjak kami kenalan di alam baby, sampai sekarang.  Kami sempat berpisah.<span class="fullpost"> </span></p>
<p>Dia skul di Jkt nd aku di Bdg. Makanya manggilnya lo gw –lo gw. Padahalkan lahirnya sama” di Paris…ehm…van Java <img src='http://smart.stkip-persis.ac.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  . Waktu itu dya nangis gara-gara aku Nyobekin bendera plastiknya yg berwarna pelangi pas sedang asyik”nya dia kibarin. Dasar aku yang usil, langsung kurebut nd kusobek deh,,,dasar FWS wah apaan tuh Face without sin alias WeTeDe. Hik…hik… dya nangis wah da roket-11 meluncur, Tairap!!!!??ah dasar kami waktu itu masih polos. nd sampe skarang masih ke-save di memori gw yang berkapasitas 1 Gb. sebenerenya  kenangan kecil gw tdi ada sangkut pautnya dengan deklarasi dya yang ingin jadi caleg. Apa ya? Hayo mikir….. Yupz, that’s right B-E-N-D-E-R-A.</p>
<p>Eh lo emang punya partai? PArtai apa? Nd bisa-bisanya mereka pilih loe? Tanyaku nyerocos. Aku bner-bner gag habis pikir, adaaa aja partai yang tertarik sma manusia yang hobinya bermain klereng, layang-layang, nd petak umpet ama nak cwe. Upss sorry aku nggak bermaksud menjustifikasi  orang yang dulunya main klereng dan apa saja, ga bisa jadi caleg. Et…Astagfirulloh aku dah su’udzon. Itu kan masa lalu knapa harus dihubungin dengan masa sekarang??? Tapi kala itu hati kecil aku berkata nd seakan membnarkan ke-su’udzonan gw :</p>
<p>Keadaan sekarang adalah hasil jerih payah kerja keras dari masa lalu. OK gw tau dya lulusan universitas ternama, tapi aneh kosong. Mati kutu pas gw cecar dya dengan mortar topic-topik seputar kemanusiaan, pendidikan, gaya hidup dan sampai pada yang terurgen yaitu prinsip. Walah-walah malah sekarang dy nekat mau terjun bebas tanpa pengaman kedalam jurang yang dalam. Atau apakha karena Prof, Dr, Ir, MH, S.Pol, S.Sos, S.Pd, MT, Lc sampai pada Ph.D,-nya ???? But keep khusnudzon okay! Dya tersenyum, menghela nafas nd …..Duar…!!!!!! Dya menguap. aku pikir dya mau ngeluarin dalil andalannya buat nyerang balik mortar ku. Ah payah!</p>
<p>Aku tunggu beberapa detik . aku beri waktu dy untuk memulihkan dirinya setelah terluka menerima mortar-mortaku. Sebelum aku lebih gencarkan seranganku 100%. Kayak perang olmert Vs HAMAS za. He….he…., Sedetik kemudian dya muai bangkit. Nd seprtinya dya mau nyerang nih tapi tenang aku ubah format bertahan dulu dari posisi 3-4-3 menjdi 5-4-1 seperti Persib vs Persikab za nieh. civil war!!, dengan memusatkan perhatian pada jantung pertahanan. Ternyata benar. Alhamdulillah, untungnya dah sedia tameng sbelum perang. Eh sob! Dya panggil ku dengan sobat, coz emang kita sobatan. Gw tau dari dulu lo selalu menang dari gw, smpe-smpe predikat siswa teladan abadi gw lu embat juga. Gw ngiri sama anugrah yang telah lo rasain. Tapi, satu yang lo gag bisa ambil dari gw. Yaitu, kecerdasan untuk mewujudkan apapun yang gw inginkan. Lo terlalu alim untuk sedikit menerobos batas keyakinan lo. Lo kaku.</p>
<p>Makanya lo lihat lo masih tetep kayak yang dulu. Tampang lo, rumah lo and kepribadian lo. Eh, sob. Kalau lo mau idup lo berubah, ubah cara berfikir lo yang tradisional ke modern!yang agak condong ke liberty.   Lo and lo… Stop!!!. Baju perangku telah berlubang, dan sedikit berdarah. Wuih, cek…cek… hebat btul serangan bom Molotov-nya namun masih belum bisa memukul mundur semangatku untuk nyelametin sobat aku dari api neraka yang menggangga.  Wah penyakitnya udah kronis nih, penyebabnya virus western.  Mungkin dya gag pasang anti-vir kalee! Emangnya kmputer pake anti virus? Usut punya usut,setelah bergeriliya lumayan lama. Eh ternyata doi gag punya bendera. Jadi apa bendera loe?  Bendera gw masih yang dulu pernah lo robek. Pelangi. Yang jika berotasi dengan kecepatan 1000km/s akan terbentuk warna yang akan mengalahkan hitam. Wuih, dya nerangin dari sisi philosofisnya. Namun aku masih blum ngerti apa tho maksudnya?  Ada gelap ada terang, ada hitam ada putih.B*****r mungkin, belang emang lebih asik! Balng, blang, blang…blang……</p>
<p>Aku jadi keingetan pas dulu praktek saat aku skul di kinder garden. Kala itu tentang warna. Yang ternyata warna putih dihasilkan dari berbagai macam warna-warna. Lalu tiba-tiba…..Ting* lampu berdaya 5 Watt dikepalaku menyala. Putih. Ya Partai putih! Tapi,..setahuku ngga ada partai politik yang namanya putih dari semenjak orla, orba dan “ormasi”. Maksudny ref—ormasi&#8211;.<br />
“Eh urutan partai loe keberapa? “<br />
“Nomor ke- 199 juta” jawabnya simple, mantap nd tuing, tuing gubrak!<br />
“Partai gue mewakili perasaan seluruh rakyat Indonesia, GOL-ongan P-ilihan UmmaT.<br />
“nd sekarang genap sudah anggotaku jadi 200 juta”<br />
“Lho kok bisa?”<br />
“Loe pasti ngga akan nolak gabung ma gw kan?”<br />
“maksud loe koalisi?”<br />
^_-      &#8211;dya mengedipkan matanya sebelah&#8211;<br />
Ha…ha…aku baru  ngerti kalau Dya caleg dari partai GOLPUT. Piss.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://smart.stkip-persis.ac.id/2009/05/kenapa-harus-ada-golput/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips Memilih dan Menghadapi Pemilu Presiden</title>
		<link>http://smart.stkip-persis.ac.id/2009/05/tips-memilih-dan-menghadapi-pemilu-presiden/</link>
		<comments>http://smart.stkip-persis.ac.id/2009/05/tips-memilih-dan-menghadapi-pemilu-presiden/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 May 2009 05:27:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Smart Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Tips n Trick]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://smart.stkip-persis.ac.id/?p=52</guid>
		<description><![CDATA[Hanya dalam hitungan hari kita akan dihadapkan pada pemilu Lagislatif dan Presiden RI 2009. Inilah saatnya kita mengemban kewajiban kita sebagai masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam pemilu. Sebagai masyarakat khususnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hanya dalam hitungan hari kita akan dihadapkan pada pemilu Lagislatif dan Presiden RI 2009. Inilah saatnya kita mengemban kewajiban kita sebagai masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam pemilu. Sebagai masyarakat khususnya di Kota Bandung kita perlu tahu bahwa pada bulan Maret ini berbagai persiapan sudah banyak dilakukan oleh penyelenggara pemilu yang tentunya mengacu pada jadwal tahapan dan UU serta peraturan yang berlaku.<span class="fullpost"> </span></p>
<p>Namun, partisipasi aktif seperti apa yang seharusnya dilakukan oleh masyarakat dan pahamkah kita dengan sepenuhnya akan hak kita? Itu semua akan terjawab jika kita mau bersikap cekatan dan kritis. Tidak sedikit masyarakat yang bingung dengan keputusan Mahkamah Konstitusi tentang sistem suara terbanyak dan Teknis Pemilu yang kini telah berubah lagi. Berbagai kegiatan sosialisasi pun kini banyak dilakukan oleh KPU khususnya Kota Bandung meski masih banyak masyarakat yang tidak tersosialisasi tentang hal itu. Jika kita sendiri tidak aktif apa kata dunia?</p>
<p>09 April 2009. Ingat-ingat tanggal tersebut karena pada hari itu kita akan berpesta demokrasi. Demokrasi indonesia yang menyeru kepada masyarakat untuk bersuara pada pemilu Legislatif dan Presiden RI 2009. Jangan sampai salah pilih. Kalimat itu yang sering digembar-gemborkan para calon. Namun pada dasarnya adalah kita harus tetap menggunakan pikiran yang sehat dan hati nurani ketika kita menentukan calon wakil kita di parlemen. Tapi jangan sampai Golput. Biar nggak bingung ikutin aja beberapa tips menghadapi pemilu berikut ini.</p>
<ol>
<li><span style="font-weight: bold;">Yakinlah bahwa pemilu ini adalah sebagian dari Ibadah</span>. Kita tahu bahwa setiap dari kita adalah pemimpin. Namun tetap saja kita perlu mempunyai pemimpin bukan hanya untuk diri kita tetapi juga pemimpin yang mampu menyuarakan aspirasi kita di parlemen nanti (jika memang bukan kita yang mengaspirasikan suara masyarakat).</li>
<li><span style="font-weight: bold;">Kenali calon yang akan kita pilih</span>. Hal ini wajiiiiiiiiiiiib bangeut karena kalau kita tidak kenal mereka maka apakah kita bakalan yakin kalau orang yang kita pilih itu mampu memberi kontribusi yang baik untuk Nusa, Bangsa, Warga, Negara, dan tentunya Agama. Yang paling penting adalah mempertimbangkan manfaat dan madorotnya buat Agama.</li>
<li><span style="font-weight: bold;">Cari tahu tentang seluk-beluk pemilu</span>. Jangan pada diem aja dong!! Referensi bisa didapat dari mana saja sobat. Kalau yang biasa suka baca surat kabar tolong jangan lewatkan satu huruf pun dari koran tersebut. Pasti berita tentang pemilu lagi booming bulan-bulan ini. Kalau yang kerjaannya online sekalian browsing tentang pemilu ngga ada salahnya kan?! Namanya juga usaha. Katanya mau kenal sama calon wakil kita di parlemen? Kebanyakan dari mereka punya website yang bisa kita kunjungi kapan saja. Perhatikan visi mereka! Apakah kita memang satu hati dengan mereka? Buat yang suka nongkrong dan ngumpul sekedar buat ngobrol sama orang-orang, untuk bulan-bulan ini topiknya tentang pemilu aja! Kan asyik tuh sekalian sharing dan ngomentarin aksi para calon?! Pokoknya, banyak jalan menuju Roma. Apapun aktifitas rekan-rekan jangan lupa sisipkan pembahasan pemilu didalamnya. Ok!!</li>
<li><span style="font-weight: bold;">Hilangkan pertimbangan tentang keuntungan pribadi</span>. Egoism? Hmm…Kayak yang hidup dimana aja!! Sekali lagi diingatkan “apakah pilihan kita itu mampu memberi kontribusi yang baik untuk Nusa, Bangsa, Warga, Negara, dan Agama?”. Kita memang tidak pernah tahu pada kenyataan di akhirnya meski kita telah berusaha untuk mengenal calon tersebut. Tapi, segala sesuatu yang dimulai dengan baik Insya Allah jalannya pun akan baik pula dan begitu juga sebaliknya. Masih musim nggak ya serangan fajar para calon dengan menyebarkan amplop berisi beberapa lembar rupiah ditambah satu kotak SEMBAKO untuk satu keluarga!? Sebenarnya apa maksud mereka dengan itu? Katanya sekedar mau beramal tapi ko’ ada desakkan diakhir kata “Jangan lupa pilih no…….ya!!” Hati-hati dan Say no to Maksiat!!</li>
<li><span style="font-weight: bold;">Istikhoroh terhadap calon yang kita pilih</span>. Setelah kita berusaha melakukan tips-tips diatas untuk mengenal lebih jauh tentang calon yang akan kita pilih maka tidak ada salahnya kita memohon bantuan pilihan kita dan mengembalikan semuanya kepada Allah dengan Shalat Istikhoroh. Apa yang tersirat dibenak kita setelah Istikhoroh mungkin itulah yang terbaik yang harus kita pilih. Semoga segala kerja keras kita akan menghasilkan kehidupan yang lebih baik untuk kita dan masyarakat Indonesia seluruhnya. Amien.</li>
</ol>
<p>Semoga tips-tips diatas bermanfaat. Oia… sekedar tambahan dan informasi saja ni khususnya untuk masyarakat Bandung. Kali ini KPU Kota Bandung menerbitkan “Kalawarta” di edisi pertama pada tahun ke dua ini semi majalah yang dikeluarkan KPU mengemas berita-berita terbaru tentang pemilu di Kota Bandung sebagai alat sosialisasi untuk masyarakat. Kalau rekan-rekan memang penasaran sekali dan ingin mendapat informasi yang lengkap bisa mengunjungi Sekretariat KPU Kota Bandung: Jl. Soekarno Hatta 260 Bandung.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://smart.stkip-persis.ac.id/2009/05/tips-memilih-dan-menghadapi-pemilu-presiden/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Melepaskan Pragmatisme</title>
		<link>http://smart.stkip-persis.ac.id/2009/04/melepaskan-pragmatisme/</link>
		<comments>http://smart.stkip-persis.ac.id/2009/04/melepaskan-pragmatisme/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Apr 2009 07:23:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Smart Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Main Article]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://smart.stkip-persis.ac.id/?p=27</guid>
		<description><![CDATA[Kondisi sekarang semakin parah dengan adanya idiologi pragmatisme yang dipegang oleh partai-partai teramsuk partai Islam. Dalam situasi politik yang didominasi kepentingan sesaat seperti sekarang, bukan persoalan mudah untuk tidak tergiring [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kondisi sekarang semakin parah dengan adanya idiologi pragmatisme yang dipegang oleh partai-partai teramsuk partai Islam. Dalam situasi politik yang didominasi kepentingan sesaat seperti sekarang, bukan persoalan mudah untuk tidak tergiring dalam arus pragmatisme. Apalagi jika orang-orang yang menjadi anggota partai politik Islam tidak memiliki tameng diri yang kuat. <span class="fullpost"> </span></p>
<p>Namun, bukan berarti itu tidak bisa dihindari oleh partai-partai Islam. Caranya, partai-partai harus kembali mamahami asas perjuangannya yakni islam dan cita-cita islam itu sendiri bagaimana harus diterapkan. Partai islam harus lantang menolak UU yang lahir dari sekulerisme dan bertentangan dengan islam. Partai islam harus terus melakukan koreksi terhadap kebijakan keliru penguasa (Muhasabah hukkam). Para anggota partai Islam harus ingat betul mereka berjuang untuk islam sehingga mereka bergabung dengan partai Islam. Jangan sampai terbalik, dengan dalih Islam, mereka berebut mencari penghidupan dengan duduk menjadi wakil rakyat, setelah itu lupa tujuan pembentukan partai islam itu sendiri.</p>
<p>Karenanya, jika partai-partai islam ingin meraih dukungan yang signifikan, tidak ada jalan lain, mereka harus mendefinisikan dirinya kembali sebagai partai Islam sesungguhnya bukan sekedar nama belaka. Posisi abu-abu yang selama ini mendominasi harus segera disingkirkan. Jatidiri sebagai partai islam sejati harus ditunjukkan. Tegas menyatakan yang benar sebagai benar dan salah sebagai salah. Jadikan parlemen sebagai mimbar dakwah. Konsekuensinya berbagai hal yang bertentangan dengan syariah Islam akan ditentangnya.</p>
<p>Kini saatnya partai-partai islam meniti jalan Islam yang sesungguhnya, sesuai khittahnya sebagai partai pembawa suara islam (Shaut al- Islam), bukan sekedar basa-basi.</p>
<p>* * *<br />
[Ibnu Khaldun Aljabari, Pend Sejarah 3/2/2009]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://smart.stkip-persis.ac.id/2009/04/melepaskan-pragmatisme/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengapa Ada yang Golput ?</title>
		<link>http://smart.stkip-persis.ac.id/2009/04/mengapa-ada-yang-golput/</link>
		<comments>http://smart.stkip-persis.ac.id/2009/04/mengapa-ada-yang-golput/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Apr 2009 07:22:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Smart Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Main Article]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://smart.stkip-persis.ac.id/?p=23</guid>
		<description><![CDATA[Bolehkah golput? kalo ternyata yang dipilih nggak yang layak-oke-bagus&#8230;
Saat ini ‘euforia’ pemilu 2009 sudah semakin terasa. Banyak partai bermunculan ditelevisi dan di jalan-jalan untuk memamerkan rayuannya dan dagangannya, termasuk partai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bolehkah golput? kalo ternyata yang dipilih nggak yang layak-oke-bagus&#8230;</p>
<p>Saat ini ‘euforia’ pemilu 2009 sudah semakin terasa. Banyak partai bermunculan ditelevisi dan di jalan-jalan untuk memamerkan rayuannya dan dagangannya, termasuk partai yang berasaskan islam.</p>
<p>Di sisi lain, dalam beberapa diskusi yang diadakan di televisi dan survey yang dipublikasikan media massa serta publikasi hasil pilkada didapatkan fakta : <span class="fullpost">rakyat semakin ‘enggan’ menyalurkan suara politiknya lewat partai-partai yang ada. </span></p>
<p>Berangkat dari realitas itu pula beberapa hari kebelakang MUI mengeluarkan fatwa tentang haramnya ‘golput’ dengan harapan tingkat partisipasi masyarakat di pemilu nanti akan ada peningkatan. Namun,</p>
<p>Pertanyaannya : Mengapa rakyat (sebagian) cenderung golput?</p>
<p>Pertanyaan ini penting dijawab. Sebab, sejatinya alternatif pilihan masyarakat saat ini adalah partai-partai Islam tetapi ternyata tidak.<br />
Menurut Rahmat Kurnia (2008) Siapapun yang mengikuti dinamika masyarakat kekinian akan menemukan setidaknya ada empat (4) faktor penyebabnya yaitu :</p>
<p>1. Kegagalan partai dalam berfihak kepada masyarakat. Keinginan masyarakat pada partai yang benar-benar memperjuangkan aspirasi Islam sangat ditunggu-tunggu. Survey PPIM tahun 2001 menunjukkan prefernsi (pilihan) masyarakat terhadap syariah 61 %, tahun 2002 meningkat menjadi 71%, tahun 2003 meningkat menjadi 74%. Ternyata 5 tahun berikutnya, berdasarkan survey SEM Institute pada awal tahun 2008 meningkat secara tajam mencapai 83 %.</p>
<p>Namun, mengapa keinginan kuat terhadap syariah tidak berbanding lurus dengan dukungan masyarakat terhadap partai politik islam? Ternyata, penelitian Indo Barometer (2008) menunjukkan persepsi masyarakat bahwa tidak ada bedanya partai Islam dengan partai lain (43,3%), dan perilaku elite/pengurus dari partai islam sama dengan partai lain yang bukan dari partai islam (34,8%).</p>
<p>Wakil-wakil rakyat di DPR pada periode ini menunjukkan perilaku yang mirip dengan wakil rakyat dari partai sekuler. Pembelaan wakil rakyat terhadap kepentingan umat Islam tidak tampak. Justru sebaliknya, terbaca oleh masyarakat, partai-partai yang ada tak terkecuali partai Islam, hanya menjadikan parlemen sebagai ajang untuk mencari penghidupan dan berebut kue kekuasaan. Kalangan DPR, termasuk partai islam justru setuju dengan kenaikan harga BBM. Ketika rakyat teriak-teriak antri minyak tanah dan harga sembilan bahan pokok melambung, kebanyakan para wakil rakyat hanya diam.</p>
<p>2. Kegagalan pendidikan politik idiologis.<br />
Hal ini adalah akibat politik pragmatisme yang menguasai kancah perpolitikan saat ini. Sikap ini merugikan umat islam dan partai islam. Pragmatisme akan mendegradasi tujuan dan cita-cita perjuangan islam. Siapapun tak dapat menyangkal, pragmatisme berarti harus merelakan diri menyesuaikan diri dengan keadaan/fakta; artinya melepaskan nilai-nilai dasar perjuangan dan idiologi partai yang telah digariskan. Karakter partai Islam akan luntur. Memang bisa berdalih, ini semeua masih dalam koridor Islam. Namun, dalih ini sebenarnya hanya pemanis mulut, bukan arus utama.</p>
<p>Proses pendidikan politik masyarakat mandeg. Apa yang dilihat oleh masyarakat hanyalah dagelan elit politik. Partai-partai hanya menyapa rakyat ketika akan Pemilu atau Pilkada. Kaderisasi, penanaman Islam sebagai way of life, dan pemikiran politik tidak tergarap. Sumberdaya hanya dikerahkan demi suara. Wajar belaka jika kesadaran politik rakyat tidak meningkat.</p>
<p>3. Pembusukan citra partai islam.<br />
Tidak dipungkiri ada upaya untuk mencitraburukkan partai islam. Hal sederhana, masalah poligami dipolitisasi sedemikian rupa sehingga seakan akan pelakunya berbuat criminal. Belum lagi isu kekerasan terus dilekatkan pada gerakan/lembaga dan partai Islam. Untuk menghindari hal tersebut, bergeraklah partai islam untuk meninggalkan idiologi islam, citra islam, bahkan symbol-simbol islam. Alih-alih bersifat ofensif menawarkan islam sebagai solusi, justru sibuk cuci tangan terhadap pelekatan Islam pada dirinya. Sudah dapat ditebak, partai Islam pun tinggal sekedar nama.</p>
<p>4. Skandal politisi.<br />
Sebagian anggota DPR dilanda skandal seks. Kasus suap dan gratifikasi yang begitu telanjang dilakukan anggota DPR. Tingkat kesadaran anggota DPR melaporkan gratifikasi hanya 1,9%. Main mata dalam setiap pembuatan undang-undang bukan rahasia lagi. Semua itu tidak hanya melibatkan partai sekuler. Partai yang menamakan dirinya Islam sekalipun ada yang terlibat di dalamnya. LSI menyebutkan di tahun 2008, kepuasan public terhadap pemerintah dalam 3 tahun terakhir turun, dan kepercayaan masyarakat terhadap DPR pun dibawah 50 %.</p>
<p>Last but not least, penyebab utamanya adalah system demokrasi itu sendiri. Dalam system demokrasi opini menjadi sangat penting. Orang harus terkenal untuk bisa memenangkan Pemilu. Uang pun digelontorkan untuk beriklan dimedia massa. Kampanyepun membutuhkan dana yang tidak sedikit. Darimana uangnya? Dari para anggota partai yang jadi pejabat, para pengusaha atau asing. Tidaklah mengherankan, anggota DPR makan suap, karena sebagian uangnya masuk kedalam kocek partai.</p>
<p>Begitu juga logis sekali main-mata dengan pengusaha dan asing hingga pembuatan UU selalu berfihak kepada mereka karena mereka dibiayai oleh para penguasa dan asing itu. Negara pun berubah dari nation state (Negara-bangsa) menjadi corporate state(Negara-perusahaan). Negara laksana sebuah perusahaan besar: para konglomerat sebagai pemilik modal: para pejabat menjadi pengelolanya; dan rakyat sebagai pihak pembeli yang diekspoitasi. Pilkada dan Pemilu pun tidak lebih dari suatu industri politik. Karenanya, mempertahankan sistem demokrasi sama dengan memelihara penyakit.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://smart.stkip-persis.ac.id/2009/04/mengapa-ada-yang-golput/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
