<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Smart Magazine &#187; Lifestyle</title>
	<atom:link href="http://smart.stkip-persis.ac.id/category/lifestyle/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://smart.stkip-persis.ac.id</link>
	<description>Majalah Mahasiswa STKIP Persis</description>
	<lastBuildDate>Wed, 08 Feb 2012 03:45:48 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>AISH, Sesaat Setelah BIMAK OUTDOOR 2010</title>
		<link>http://smart.stkip-persis.ac.id/2011/12/aish-sesaat-setelah-bimak-outdoor-2010/</link>
		<comments>http://smart.stkip-persis.ac.id/2011/12/aish-sesaat-setelah-bimak-outdoor-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Dec 2011 07:32:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Esti Wafa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerpen]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://smart.stkip-persis.ac.id/?p=211</guid>
		<description><![CDATA[Terjatuh aku pada sebuah lubang gelap dan dalam. Pengap kurasa saat bernafas, dan tak ada secercah pun cahaya. Kudengar langkah kaki mendekati lubang, semakin dekat dan semakin cepat, hendak ia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="font-size: 11px; line-height: 16px; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; text-align: left; margin: 0px;">Terjatuh aku pada sebuah lubang gelap dan dalam. Pengap kurasa saat bernafas, dan tak ada secercah pun cahaya. Kudengar langkah kaki mendekati lubang, semakin dekat dan semakin cepat, hendak ia lompati lubang, namun ia tak bisa dan terjerembab…bertemu denganku. Pemilik langkah kaki itu, dia…sosok yang kukenal. Dia tampak amat lelah karena telah berlalu cukup kencang nan  jauh tanpa bnerhenti, wajahnya bercucuran keringat, jantungnya berdegup kencang, namun senyumnya amat manis dan mulai menggatikan kepengapan nafasku.</p>
<p style="font-size: 11px; line-height: 16px; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; text-align: left; margin: 0px;">Ia tak lontarkan sepatah katapun, tak jua ia menatap lama, hanya saja aku semakin bertanya-tanya dan berujar soal “ kenapa kau?.” Ia hanya duduk termangu menikmati hembusan nafasnya yang semakin normal. Aku tak dapat menahan rasa penasaran, kubertanya “ Aish, kau benar Aish yang dulu kukenal kan?.” Dia hanya tersenyum, aku yakin dia yang selama ini selalu ganggu tidurku, mengusik bunga malamku dan melengkapi setiap imajinasiku.</p>
<p style="font-size: 11px; line-height: 16px; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; text-align: left; margin: 0px;">Lama waktu mempertemukan kami, Aish pun mulai bercakap. Ia bercerita tentang perjalanan yang selama ini dia tempuh. Kadang ia tertawa saat celoteh kecil kulontarkan. Kadang ia menangis saat masa lalunya mengganggu obrolan. Aku teriris saat ia menangis, entah kenapa. Di lubang ini aku mulai mengenal lebih jauh sosoknya, ia pun mulai melepaskan beban hati yang selama ini ia pikul. Kepengapanku mulai terganti dengan senyum manisnya. Walau ia tak seputih awan, walau ia tak secemerlang bulan, tapi jejak warnanya yang agak gelap bersinar saat aku memandangnya dan tak jemu aku melihatnya.</p>
<p style="font-size: 11px; line-height: 16px; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; text-align: left; margin: 0px;">Suatu waktu ia mengeluh tentang kehidupan padaku. Ia hamper putus asa dan tak ingin hidup lama. Aku hanya dapat menemani dan memberinya petuah amatir. Sekejap mata tertutup, ia mulai bangkit dan menapaki lagi harinya. Kadang aku yang mengeluh tentang kehidupan, aku sempat menangis dfi hadapannya, aku malu namun itulah aku, tak dapat menahan air mata setetespun saat hatiku mulai terganggu dan remuk. Ia tersenyum, tak berani ia menyentuhku dengan tangannya apalagi memelukku dengan perawakannya yang tegap. Ia lontarkan petuah, suatu petuah yang amat menghujam di hatiku dank ala itu aku mulai tersenyum. Kucoba lagi jalani kehidupan yang berliku, karena ia yang semangati aku kala itu.</p>
<p style="font-size: 11px; line-height: 16px; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; text-align: left; margin: 0px;">Terjerembab di lubang yang sama dalam jangka waktu yang lumayan lama, saling berbagi cerita, saling memberi semangat dan petuah kebaikan, aku dan Aish di sana. Setahap lagi kami dapat keluar dari lubang ini. Sejam lagi kami dapat benar-benar menghirup udara. Sebentar masa lagi, kami dapat menapaki indahnya alam bersama. Namun tak kuduga, sosok lain mulai mencengkram tanganku. Aku mengenalnya, ia yang selalu buatku nyaman dan tertawa. Ia mulai membawaku pergi dari lubang ini. Hanya aku yang ia bawa, Aish…Aish sendirian. Aku tak berdaya tuk tetap di samping Aish dan menolak sosok itu. Aku hanya dapat mengikuti sosok itu tanpa berpamit pulang pada Aish. Malangnya Aish dan kejamnya aku. Aku pergi bersama sosok itu tanpa melihat Aish. Aish hanya tersenyum, tak berujar Tanya, kata bahkan sekedar huruf.</p>
<p style="font-size: 11px; line-height: 16px; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; text-align: left; margin: 0px;">Lama waktu menjelang, sosok itu mulai menjadi gemintang di hatiku. Gemintang amat menyenangkan walau terkadang torehkan kekesalan. Aku bahagia, aku tertawa namun terkadang aku masih mengenang indahnya Aish dalam imajinasiku. Hingga Aish terluka, aku masih sempat menangis untuknya. Aish mungkin kan hidup dalam imajinasi indah. Walau raganya tak termiliki namun Aish kan selalu indah sebagai sahabatku.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://smart.stkip-persis.ac.id/2011/12/aish-sesaat-setelah-bimak-outdoor-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cara Bakar Kalori untuk Orang yang Tak Punya Banyak Waktu</title>
		<link>http://smart.stkip-persis.ac.id/2011/06/cara-bakar-kalori-untuk-orang-yang-tak-punya-banyak-waktu/</link>
		<comments>http://smart.stkip-persis.ac.id/2011/06/cara-bakar-kalori-untuk-orang-yang-tak-punya-banyak-waktu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Jun 2011 08:47:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hakimtea</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Lifestyle]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://smart.stkip-persis.ac.id/?p=209</guid>
		<description><![CDATA[Untuk menurunkan berat badan, orang perlu membakar kalori lebih banyak ketimbang kalori yang dimasukkan ke dalam tubuh. Tapi kebanyakan orang tak punya waktu untuk melakukannya. Lantas bagaimana caranya membakar kalori [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Untuk menurunkan berat badan, orang perlu membakar kalori lebih banyak ketimbang kalori yang dimasukkan ke dalam tubuh. Tapi kebanyakan orang tak punya waktu untuk melakukannya. Lantas bagaimana caranya membakar kalori dengan sedikit waktu?</p>
<p>Jadwal yang padat dan kesibukan kerja membuat orang tak punya cukup waktu untuk berolahraga dan membakar kalori. Tapi ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membakar kalori dengan waktu sedikit.</p>
<p>Berikut beberapa cara <span id="more-209"></span>yang dapat dilakukan untuk membakar kalori dengan sedikit waktu, seperti dilansir Lifemojo, Senin (6/6/2011):</p>
<p><strong>1. Makan sedikit tapi sering</strong><br />
Makan dengan porsi kecil dan bergizi tiap 3 sampai 4 jam akan menjaga metabolisme berjalan lancar dan efisien, yang pada gilirannya membantu tubuh untuk membakar kalori lebih banyak.</p>
<p><strong>2. Jangan melewatkan waktu sarapan</strong><br />
Jangan pernah melewatkan waktu sarapan bila Anda tak ingin gemuk. Semakin pagi Anda makan, maka semakin pagi juga tubuh untuk mulai membakar kalori. Tapi jangan lupa untuk memilih sarapan yang sehat.</p>
<p><strong>3. Mengurangi suhu</strong><br />
Suhu yang dingin dapat membuat tubuh mengeluarkan lebih banyak energi untuk menjadi hangat, yang pada gilirannya membuat tubuh membakar lebih banyak kalori.</p>
<p><strong>4. Makan pedas</strong><br />
Makan makanan yang pedas dapat membantu mempercepat metabolisme lebih cepat. Cabai secara alami mengandung bahan kimia dan senyawa yang disebut Capsaicin, yang dapat meningkatkan proses pembakaran lemak dalam tubuh. Tapi perlu diperhatikan juga apakah perut Anda sensitif dengan makanan pedas.</p>
<p>5. Makan lebih banyak protein<br />
Makan protein pada setiap kali makan dan sebagai bagian dari camilan akan meningkatkan jumlah kalori yang Anda bakar setiap hari. Makan protein juga membantu untuk mencegah hilangnya otot saat diet.</p>
<p><strong>6. Mengayunkan tangan saat berjalan</strong><br />
Ini mungkin tampak sepele, tapi mengayunkan tangan saat berjalan dapat membantu membakar kalori sekitar 5-10 persen. Mengayunkan tangan saat berjalan juga melibatkan banyak otot sehingga bisa menjadi latihan aerobik yang sederhana.</p>
<p>Sumber : detikHealth</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://smart.stkip-persis.ac.id/2011/06/cara-bakar-kalori-untuk-orang-yang-tak-punya-banyak-waktu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pelihara Jantung Anda dengan Buah Persimmon</title>
		<link>http://smart.stkip-persis.ac.id/2009/11/pelihara-jantung-anda-dengan-buah-persimmon/</link>
		<comments>http://smart.stkip-persis.ac.id/2009/11/pelihara-jantung-anda-dengan-buah-persimmon/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Nov 2009 07:41:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Raisa Pebriawati</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[Buah Persimmon]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://smart.stkip-persis.ac.id/?p=188</guid>
		<description><![CDATA[Reuters Health Newyork melaporkan penelitian perbandingan antara buah Apel dengan Buah Persimmon, hasilnya buah Persimmon yang berwarna oranye kemerahan tersebut dinilai lebih baik daripada buah Apel dalam memelihara kesehatan Jantung.
Selama [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-190" style="margin-right: 8px;" title="Buah-Persimmon" src="http://smart.stkip-persis.ac.id/wp-content/uploads/2009/11/Buah-Persimmon.jpg" alt="Buah-Persimmon" width="186" height="140" />Reuters Health Newyork melaporkan penelitian perbandingan antara buah Apel dengan Buah Persimmon, hasilnya buah Persimmon yang berwarna oranye kemerahan tersebut dinilai lebih baik daripada buah Apel dalam memelihara kesehatan Jantung.</p>
<p>Selama ini kita mengenal slogan &#8220;An apple a day keep doctor away&#8221; tampaknya kini slogan tersebut akan tergantikan dengan hasil riset Reuters Health akan kasiat buah Persimmon.</p>
<p>Menurut hasil penelitian tersebut buah ini mengandung serat dua kali lebih <span id="more-188"></span>banyak daripada buah Apel. Nutrisi seperti sodium, potasium, magnesium, kalsium, mangan serta zat besi lengkap terkandung dalam buah ini dan ditambah fenolik sebagai antioksidan yang ampuh untuk menangkal radikal bebas.</p>
<p>Dunia kesehatan mengenal radikal bebas sebagai virus yang mengganggu metabolisme tubuh terutama dapat mengakibatkan perubahan DNA dan memicu berbagai penyakit termasuk penyakit jantung.</p>
<p>Para peneliti merekomendasikan untuk memakan buah Persimmon berukuran sedang (100 gram) sehari untuk mencegah penyumbatan pembuluh arteri.</p>
<p>Buah persimmon memiliki rasa yang manis dan banyak tumbuh di dataran China, Jepang, Korea, Brazil dan Israel. Namun ternyata buah Persimmon pun tumbuh liar di USA. Hanya saja masih asing untuk masyarakat Indonesia.</p>
<p>Bagaimana jika kita mau membeli buah Persimmon ini? Biasanya pasar swalayan dan restorant yang menyajikan masakan Jepang buah ini pun tersedia, hanya saja jarang ditemui dan tergantung musimnya. Layaknya musim buah mangga dan buah rambutan, buah persimmon pun ada musimnya.*</p>
<p><em>*Raisa, diadaptasi dari kompas</em>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://smart.stkip-persis.ac.id/2009/11/pelihara-jantung-anda-dengan-buah-persimmon/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Meluruskan Arti Emansipasi</title>
		<link>http://smart.stkip-persis.ac.id/2009/10/meluruskan-arti-emansipasi/</link>
		<comments>http://smart.stkip-persis.ac.id/2009/10/meluruskan-arti-emansipasi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Oct 2009 02:51:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Smart Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dunia Wanita]]></category>
		<category><![CDATA[Lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[Lihat Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Redaksi]]></category>
		<category><![CDATA[Asma Nadia]]></category>
		<category><![CDATA[emansipasi]]></category>
		<category><![CDATA[Fatimah Azzahra]]></category>
		<category><![CDATA[Helvy Tiana Rosa]]></category>
		<category><![CDATA[Siti Aisyah]]></category>
		<category><![CDATA[Siti Khadijah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://smart.stkip-persis.ac.id/?p=97</guid>
		<description><![CDATA[Siti Khadijah, Siti Aisyah, Fatimah Azzahra, Helvy Tiana Rosa, Asma Nadia, adalah deretan nama – nama wanita muslimah yang berprestasi pada zamannya masing – masing. Walaupun begitu, keprestasian mereka tak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Siti Khadijah, Siti Aisyah, Fatimah Azzahra, Helvy Tiana Rosa, Asma Nadia, adalah deretan nama – nama wanita muslimah yang berprestasi pada zamannya masing – masing. Walaupun begitu, keprestasian mereka tak menjadikan mereka lupa akan kodrat mereka sebagai wanita muslimah.</p>
<p>Siti Khadijah dan Siti Aisyah tetap menjadi istri teladan bagi Rasulullah. Fatimah tetap menjadi anak yang berbakti pada ayah dan isteri yang telaten bagi Ali, suaminya. Pun, dengan Helvy dan Asma yang berperan sesuai dengan kewanitaannya. Hal ini berbeda dengan pandangan kebanyakan orang sekarang. Menurut mereka, <span id="more-97"></span>wanita disebut berprestasi jika mereka mampu menyamakan kedudukannya dengan laki – laki. Ya, itulah, yang kemudian kita kenal dengan istilah emansipasi.</p>
<p>Adalah salah jika kita berangapan bahwa Islam menjadi penghambat perkembangan wanita. Justru sebaliknya, jika kita tengok pada masa jahiliyah, wanita hanya dipandang sebelah mata. Wanita hanya dijadikan pemuas nafsu [maaf] seksual. Tidak lebih. Beda halnya ketika Islam datang. Citra wanita menjadi lebih baik. Wanita begitu sangat dihargai. Tak heran, muncullah tokoh – tokoh muslimah berprestasi, seperti sederetan nama diawal tulisan ini.</p>
<p>Secara gender, kedudukan wanita dan laki – laki memang tidak memiliki perbedaan yang sangat jauh. Ketika laki – laki mampu bermain bola, pada dasarnya wanitapun mampu bermain bola. Pun ketika laki – laki mampu bermain tinju, pada dasarnya wanitapun mampu bermain tinju. Yang tidak bisa dilakukan oleh seorang laki – laki dan hanya bisa dilakukan oleh wanita adalah melahirkan dan menyusui. Itu saja perbedaannya. Dan lagi – lagi, itu jika dilihat menurut gender.</p>
<p>Sedangkan, kalau kita lihat dari sisi yang lain selain gender, jelas wanita dan laki – laki sangatlah berbeda. Ini karena makhluk yang berlainan jenis ini mempunyai fungsi yang berbeda. Fungsi wanita tidak akan sama dengan laki – laki. Pun sebaliknya. So, dalam konteks apapun, wanita akan tetap menjadi wanita sesuai fitrahnya. Seharusnya dan sekudunya.</p>
<p>Oleh karena itu, adalah sangat menyedihkan jika hanya karena sebuah kata emansipasi, wanita harus menggadaikan kodratnya. Adalah sangat mengenaskan kalau hanya karena sebuah istilah gender, wanita harus menyalahi fitrahnya. Ah, zaman memang sudah semakin maju dan (mungkin) edan. Namun, haruskah insan terbaik yang hidup di dalamnya turut berperan serta menjadi edan? Haruskah kita, sebagai makhluk paling sempurna yang Allah ciptakan, membuat dunia yang sudah edan ini menjadi semakin edan dengan pola tingkah laku kita yang menyalahi kodrat dan kefitrahan kita? Wanita menjadi laki – laki, dan laki – laki menjadi wanita? Haruskah&#8230;? ah, terlampau banyak tanya yang mesti kita pikirkan. [naila]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://smart.stkip-persis.ac.id/2009/10/meluruskan-arti-emansipasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ucing Jeung Anjing</title>
		<link>http://smart.stkip-persis.ac.id/2009/06/ucing-jeung-anjing/</link>
		<comments>http://smart.stkip-persis.ac.id/2009/06/ucing-jeung-anjing/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Jun 2009 07:18:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Smart Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Anekdot]]></category>
		<category><![CDATA[Basa Sunda]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Bahasa Sunda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://smart.stkip-persis.ac.id/?p=63</guid>
		<description><![CDATA[Di hiji kampung, aya aki-aki jeung incuna diuk dina jolodog imahna bari maraban hayam piaraannana. Teu kungsi lila aya ucing di udag anjing. Ningali kajadian eta si incu langsung nanya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di hiji kampung, aya aki-aki jeung incuna diuk dina jolodog imahna bari maraban hayam piaraannana. Teu kungsi lila aya ucing di udag anjing. Ningali kajadian eta si incu langsung nanya ka akina.</p>
<p>Incu : Ki, naha ucing jeung anjing bet pasea wae?<br />
Aki : Gara-garana teh baheula ucing pernah maok lauk nu anjing, jadi weh tepi ka ayeuna ucing jeung anjing teu akur!<span id="more-63"></span><br />
Incu : Terus naha ucing mun modol sok di ruang?<span class="fullpost"><br />
Aki : Sabab basa ucing maok lauk nu anjing tea, ucing teh di udag-udag ku anjing tepi ka ucing teh naek kana tatangkalan. Kusabab anjing teu bisa naek, nya anjing teh ngancam ka ucing!<br />
Incu : Ngancam kumaha ki?<br />
Aki : Kieu ceuk anjing teh : lamun sia turun ku dewek hakan sia jeung tai-taina. Tah saprek eta, unggal modol ucing sok ngaruang taina da sieun kapangih ku anjing.<br />
Incu : Terus naha tai ucing bet bau haseum?<br />
Aki : Sabab ucing mikir, lamun taina kapangih ku anjing, si anjing bakal nyangka taina geus haseum jadi anjing moal daekeun ngahakan.<br />
Incu : Ooooh kitu!!!!</span></p>
<p>UCING JEUNG ANJING<br />
By : Kusnadi</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://smart.stkip-persis.ac.id/2009/06/ucing-jeung-anjing/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cintaku Tak Mengenal Kesetiaan Hatiku</title>
		<link>http://smart.stkip-persis.ac.id/2009/06/cintaku-tak-mengenal-kesetiaan-hatiku/</link>
		<comments>http://smart.stkip-persis.ac.id/2009/06/cintaku-tak-mengenal-kesetiaan-hatiku/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Jun 2009 07:17:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Smart Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[Poem]]></category>
		<category><![CDATA[Puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://smart.stkip-persis.ac.id/?p=62</guid>
		<description><![CDATA[Menjauh dari kehidupan tak mungkin bisa ku lakukan
Bila cinta dan kasih tak mungkin bisa ku hapuskan
Kisah cinta yang pernah ku jalani
Tak pernah terhapuskan oleh waktu
Mungkin kesetiaanku tak mampu tuk yakinkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Menjauh dari kehidupan tak mungkin bisa ku lakukan<br />
Bila cinta dan kasih tak mungkin bisa ku hapuskan<br />
Kisah cinta yang pernah ku jalani<br />
Tak pernah terhapuskan oleh waktu<br />
Mungkin kesetiaanku tak mampu tuk yakinkan cintaku<br />
Meski t’lah ku coba tuk meyakinkannya<br />
Bahwa di hati s’lalu tertulis nama sang pujangga<br />
Mungkin ku tak mampu tuk setia menanti dan menjaga hati<span class="fullpost"><span id="more-62"></span><br />
Namun ku kan mampu setia hidup<br />
Bersama bayangan dan kenangan yang tertulis di dalam luka jiwaku<br />
Namun ku s’lalu menyadari<br />
Tak mungkin ku mampu hidup tanpa ada bayang mu di peluku<br />
Sadar dan menyadari arti cinta yang ku miliki<br />
Hanya sebatas menyimpan luka yang mendalam di hati<br />
Wajah yang ku miliki tak mungkin bisa tuk ia cintai<br />
Sikap yang ada di hati tak mungkin bisa tuk ia apresiasi<br />
Yang mungkin bisa ia lakukan<br />
Hanyalah pergi dari hati<br />
Kisah nyata diantara kesedihan<br />
Meninggalkan cinta dan kasih sayang yang begitu dalam<br />
Karena cinta pertama hanya ku berikan tuk ia seorang<br />
Sang kekasih hati ”Pingki”</span></p>
<p>CINTAKU TAK MENGENAL KESETIAAN HATIKU<br />
Wa-one’k (”SASAMA”)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://smart.stkip-persis.ac.id/2009/06/cintaku-tak-mengenal-kesetiaan-hatiku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dibalik Sebuah Nama</title>
		<link>http://smart.stkip-persis.ac.id/2009/06/dibalik-sebuah-nama/</link>
		<comments>http://smart.stkip-persis.ac.id/2009/06/dibalik-sebuah-nama/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Jun 2009 07:16:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Smart Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[Poem]]></category>
		<category><![CDATA[Puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://smart.stkip-persis.ac.id/?p=61</guid>
		<description><![CDATA[Dibalik sebuah nama
Terkandung sebuah do’a
Disamping sebuah do’a
Terselip pula secercah harapan
Setitik harapan anak manusia
Mengharapkan anaknya lebih baik
Walaupun harapan itu sekecil pasir
Tetapi perlahan harapan itu menyisir
Harapan yang mungkin tak dapat
Terhapus oleh sebuah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dibalik sebuah nama<br />
Terkandung sebuah do’a<br />
Disamping sebuah do’a<br />
Terselip pula secercah harapan<br />
Setitik harapan anak manusia<br />
Mengharapkan anaknya lebih baik<br />
Walaupun harapan itu sekecil pasir<span class="fullpost"><br />
Tetapi perlahan harapan itu menyisir<span id="more-61"></span><br />
Harapan yang mungkin tak dapat<br />
Terhapus oleh sebuah do’a<br />
Do’a yang menguatkan anak manusia<br />
Daalam mencari sebuah kebahagiaan</span></p>
<p>DIBALIK SEBUAH NAMA<br />
Oleh : The-an (sis “SASAMA”)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://smart.stkip-persis.ac.id/2009/06/dibalik-sebuah-nama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Remember Allah</title>
		<link>http://smart.stkip-persis.ac.id/2009/05/remember-allah/</link>
		<comments>http://smart.stkip-persis.ac.id/2009/05/remember-allah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 31 May 2009 07:07:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Smart Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[Lyric]]></category>
		<category><![CDATA[lirik lagu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://smart.stkip-persis.ac.id/?p=60</guid>
		<description><![CDATA[Remember Allah
Voc: Tazakka
C
When you feel alone
Am                         [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Remember Allah<br />
Voc: Tazakka</p>
<p>C<br />
When you feel alone<br />
Am                          Dm<br />
When you have no strength<br />
Fm<br />
You have doubts in your hearth<br />
C<br />
Troubles around you<span id="more-60"></span><br />
G                        C<br />
Just remember Allah<span class="fullpost"> </span></p>
<p>C<br />
When you fell happy<br />
Am             Dm<br />
Smile is your face<br />
Fm<br />
You have love around you<br />
C<br />
The day is so bright<br />
G                    C<br />
Just remember Allah</p>
<p>Reff:<br />
C                           Am<br />
Because without Allah<br />
G                       C<br />
You don&#8217;t have a guide<br />
C                     Am<br />
Because without Allah<br />
G                       C<br />
You don&#8217;t have a light<br />
Fm                        Dm<br />
Allah&#8217;s love can make us peace<br />
Fm                        C<br />
Allah&#8217;s love can make us strong<br />
Am                     Dm<br />
So you just remember Allah</p>
<p>G                         C<br />
Every day, every time<br />
(Back to #)<br />
C<br />
Allah will be by your side<br />
Am             Dm<br />
Allah the only guide<br />
Fm<br />
No matter what you think<br />
C<br />
No matter what you feel<br />
G             C<br />
Just remember Allah</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://smart.stkip-persis.ac.id/2009/05/remember-allah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tertipu</title>
		<link>http://smart.stkip-persis.ac.id/2009/05/tertipu/</link>
		<comments>http://smart.stkip-persis.ac.id/2009/05/tertipu/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 30 May 2009 07:04:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Smart Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Anekdot]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://smart.stkip-persis.ac.id/?p=58</guid>
		<description><![CDATA[Beni dan Alex sedang berbincang-bincang. Keduanya terlibat secara serius mengenai suatu topik pembicaraan. Tiba-tiba Beni menyodorkan pertanyaan terkesan agak serius.
“Lex, aku punya pertanyaan tebakan. Ada seekor monyet dikepung 10 ekor [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beni dan Alex sedang berbincang-bincang. Keduanya terlibat secara serius mengenai suatu topik pembicaraan. Tiba-tiba Beni menyodorkan pertanyaan terkesan agak serius.</p>
<blockquote><p>“Lex, aku punya pertanyaan tebakan. Ada seekor monyet dikepung 10 ekor harimau, ditengah-tengah ada sebuah pohon pisang. Bagaimana caranya agar monyet tersebut selamat?” Ujar Beni<span class="fullpost"> </span></p>
<p>Alex pun mencoba menjawab dengan penuh keyakinan.</p>
<p>“Ah, itu mah gampang. Naik saja monyet itu ke pohon pisang, pasti selamat”</p>
<p>“Salah!” Jawab Beni.</p>
<p>Alex tampak penuh keheranan tetapi sambil berpikir berkata: “Jadi gimana dong?” Tanya Alex</p>
<p>Beni dengan penuh kepercayaan memaparkan, “Saudara bukan, family bukan. Ngapain capek-capek mikirin yang enggak-enggak. Pikirin mah tuh SEMBAKO” (sambil ngeloyor pergi)</p></blockquote>
<p>Oleh: Muhammad Ali</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://smart.stkip-persis.ac.id/2009/05/tertipu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pohon Kelapa</title>
		<link>http://smart.stkip-persis.ac.id/2009/05/pohon-kelapa/</link>
		<comments>http://smart.stkip-persis.ac.id/2009/05/pohon-kelapa/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 30 May 2009 07:01:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Smart Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Anekdot]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://smart.stkip-persis.ac.id/?p=57</guid>
		<description><![CDATA[Ada dua orang yang bersahabat sedang asyik bercakap-cakap. Tempat mereka bercakap-cakap tersebut tepat berada di bawah pohon kelapa.
“Cim, orang memanjat kelapa yang kelihatan apanya?” Ujar Ja’far
“Jelas, orangnya dong!” Sahut Cimot
Ja’far [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada dua orang yang bersahabat sedang asyik bercakap-cakap. Tempat mereka bercakap-cakap tersebut tepat berada di bawah pohon kelapa.</p>
<p>“Cim, orang memanjat kelapa yang kelihatan apanya?” Ujar Ja’far</p>
<p>“Jelas, orangnya dong!” Sahut Cimot</p>
<p>Ja’far menimpali “Bukan! <span class="fullpost">Ya kelihatan bodohnya! Masa kelapa dipanjat, mestinya yang dipanjat itu pohonnya!”</span></p>
<p>Oleh: Muhammad Ali</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://smart.stkip-persis.ac.id/2009/05/pohon-kelapa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

