<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Smart Magazine &#187; Hadits</title>
	<atom:link href="http://smart.stkip-persis.ac.id/category/kampus/hadits/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://smart.stkip-persis.ac.id</link>
	<description>Majalah Mahasiswa STKIP Persis</description>
	<lastBuildDate>Thu, 09 Feb 2012 08:07:25 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Masyarakat kitab</title>
		<link>http://smart.stkip-persis.ac.id/2009/10/masyarakat-kitab/</link>
		<comments>http://smart.stkip-persis.ac.id/2009/10/masyarakat-kitab/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Oct 2009 06:24:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Smart Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hadits]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Main Article]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://smart.stkip-persis.ac.id/?p=102</guid>
		<description><![CDATA[Bukan hal aneh ketika dalam kajian ataupun perkumpulan-pekumpulan umat islam yang menjadi objek perbincangan adalah islam itu sendiri beserta sendi-sendi yang ada didalamnya dari mulai aqidah sampai mauamalah bahkan bisa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bukan hal aneh ketika dalam kajian ataupun perkumpulan-pekumpulan umat islam yang menjadi objek perbincangan adalah islam itu sendiri beserta sendi-sendi yang ada didalamnya dari mulai aqidah sampai mauamalah bahkan bisa dikatakan begitu sempurnanya Islam sampai-sampai seolah tidak ada celah untuk timbulnya kritik dari kubu umat islam itu, padahal orang mengatakan bahwa &#8220;kritik adalah sesuatu yang akan membangun&#8221; namun hal itu tidak berlaku untuk islam dan ideologinya.</p>
<p>Hal tersebut tidak bisa disalahkan karena memang ideology itu dibangun tidak sembarangan tetapi berdasarkan kekuatan dalil yang langsung dari pencipta Islam itu, seperti  dalam surat <span id="more-102"></span>Ali Imran ayat 3 “Hari ini telah Aku sempurnakan untuk kalian agama kalian dan Aku ridho Islam menjadi agama kalian”.</p>
<p>Berdasarkan ayat itulah seolah kritik tertutup untuk Islam, dan tidak bisa dipungkiri bahwa diri kita pun merasakan hal itu. Islam adalah agama social dengan kata lain hadirnya Islam adalah untuk kemaslahatan umat mulai dari awal turunnya sampai nanti hari kiamat.</p>
<p>Hadirnya Rasul adalah untuk menterjemahkan (mensosialkan) maksud-maksud Allah terhadap umatnya dan dengan bimbingan Allah serta kesabaran diri Rasul akhirnya Islam pada saat itu berhasil disosialkan dan dengan hal itu tercipat masyarakat kitab yang hidup berdasarkan aturan-aturan islam.</p>
<p>Rasul begitu sempurna menterjemahkan Islam dalam kehidupan sehari-hari bahkan untuk mempermudah umatnya beliau membantu dengan hadits-hadits yang sampai saat ini masih kita baca dan diperbincangkan. Tidak bisa kita pungkiri lagi bahwa hari ini kesempurnaan Islam hanya menjadi perbincangan dan tidak sedikit orang yang tahu tentang Islam sampai sendi-sendinya tetapi hal itu hanya menjadi perbincangan semata, dan mereka adalah ahli kitab (pengkaji kitab).</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://smart.stkip-persis.ac.id/2009/10/masyarakat-kitab/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Karena Aku Ingin Berbeda</title>
		<link>http://smart.stkip-persis.ac.id/2009/05/karena-aku-ingin-berbeda/</link>
		<comments>http://smart.stkip-persis.ac.id/2009/05/karena-aku-ingin-berbeda/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 May 2009 06:59:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Smart Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hadits]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[The contemplated]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://smart.stkip-persis.ac.id/?p=54</guid>
		<description><![CDATA[Iman… kata itu yang paling tepat untuk kita jejalkan dalam pikiran kita, untuk kita tancapkan kuat-kuat dalam sanubari kita ketika ada instrumen dan statement dari seorang Muhammad Rosulullah saw demi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Iman… kata itu yang paling tepat untuk kita jejalkan dalam pikiran kita, untuk kita tancapkan kuat-kuat dalam sanubari kita ketika ada instrumen dan statement dari seorang Muhammad Rosulullah saw demi menjaga akidah dan kesucian Dienul Islam. Iman yang diikuti “Sami’ na wa atho’na”… keimanan yang diikuti ilmu dan amal. Termasuk ketika menjaga kemurnian aqidah Islam supaya tidak terkontaminasi oleh Millah (gaya hidup) ahli kitab; Yahudi dan Nashrani yang membuat kusam rona wajah dan wijhah Islam. Seperti perayaan <span class="fullpost">Valentine’s day pada 14 Pebruari.</span></p>
<p>Ketika Rosulullah saw tinggal di Madinah, beliau mendapati orang-orang sedang riang merayakan dua hari yang pada hari tersebut penduduk Madinah bermain berkelakar bersama kerabatnya. Rasul saw bertanya: Hari apakah ini? Mereka menjawab: Ya rasulullah, pada masa Jahiliah kami terbiasa merayakan dua hari ini. Jawab Rosulullah: Sesungguhnya Allah swt telah mengganti bagi kalian hari yang lebih baik dan mulia untuk dirayakan yakni Yaumil Adha dan Yaumil Fitri. [H.R. Abu Daud no 1131]</p>
<p>Menurut para ahli hadits, dua hari yang dirayakan penduduk Madinah tersebut adalah:</p>
<p>1. Hari Nairuz. Yaitu hari perayaan awal tahun Syamsiah pada kekasiaran Parsi<br />
2. Hari Mahrojan “Ihtifalul ‘Adzin”. Yaitu hari kebesaran bangsa Arab pada masa Jahiliah.</p>
<p>Hadits diatas menjadi dalil bahwa memperingati hari Nairiuz dan Mahrojan serta hari-hari yang lainnya yang dijadikan hari raya orang-orang kafir terlarang untuk diperingati oleh kaum Muslimin. [‘Aunul Ma’bud Syarah Sunan Abi daud jilid 6 hal 480]</p>
<p>Dalam hadits yang lain riwayat Abu Daud. Dari Ibnu Umar, Rosul saw bersabda: “Barang siapa yang menyerupai suatu kaum, maka orang tersebut termasuk bagian dari kaum yang diserupainya”. Di riwayat lain dari Ibnu Mas’ud, Rasul saw bersabda: “Barang siapa ridha kepada perbuatan suatu kaum maka orang itu termasuk kaum tersebut”.</p>
<p>Orang yang menyerupai amal ibadah atau keagamaan diluar agama Islam, tentulah bukan orang Islam. Orang yang melakukan ibadah tidak menurut Al-Qur’an dan As-Sunnah maka bukanlah dari Ahli Sunnah wal Jama’ah. Orang yang pergaulannya, pakaiannya, gayanya tidak bercorak Islam, tidak pantas mereka dianggap sebagai orang Islam pada dzahirnya. Islam menuntut kaum Muslimin dapat dikenal sebagai Muslim dengan melihat tanda-tanda dzahirnya. Adapun iman dan batinnya Allah swt lebih mengetahui. Jika Muslimin sendiri tidaka mau menampakkan syi’ar Islam, maka apa arti penyesalan bila kita tenggelam dan lebur dibawah syi’ar lain yang tidak diridhoi Allah swt.</p>
<p>Sobat… jangankan mengikuti, kebetulan sama pun dengan orang-orang kafir Nabi tak sudi. Dengan diplomatis Nabi saw berkata: “Ana uridu an ukhaalifahum…” Aku ingin benar-benar berbeda dengan mereka (orang-orang Yahudi dan nashrani). Tak perlu ini sobat bila kita tidak ikut serta menyemarakkan Valentine’s day. Berbahagialah… karena agama kita, adalah agama kasih sayang yang dihari-harinya penuh kasih dan cinta.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://smart.stkip-persis.ac.id/2009/05/karena-aku-ingin-berbeda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hati-Hati Lubang!</title>
		<link>http://smart.stkip-persis.ac.id/2009/05/hati-hati-lubang/</link>
		<comments>http://smart.stkip-persis.ac.id/2009/05/hati-hati-lubang/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 May 2009 06:57:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Smart Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hadits]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://smart.stkip-persis.ac.id/?p=51</guid>
		<description><![CDATA[Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Abdul Aziz, telah menceritakan kepada kami Abu Umar Ash-Shon’aniy dari Yaman, telah menerima dari Zaid bin Aslan, telah menerima dari ‘Atho bin Yasar, telah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Abdul Aziz, telah menceritakan kepada kami Abu Umar Ash-Shon’aniy dari Yaman, telah menerima dari Zaid bin Aslan, telah menerima dari ‘Atho bin Yasar, telah menerima dari Abi Sa’id Al-Khudzriy dari Nabi saw, ia telah bersabda: “Kalian pasti akan mengikuti sunnah-sunnah orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta sehingga kalaulah mereka masuk kedalam lubang biyawak, kalian pasti akan mengikuti mereka”. Para sahabat bertanya: <span class="fullpost">“Wahai Rasulullah, apakah mereka itu Yahudi dan Nashrani?”. Rasul Menjawab: “Siapa lagi?!”. (H.R Bukhori dalam kitab Al-Ithisom bi Al-Kitab wa As-Sunnah no 7320, dan dilihat dalam kitab Hadits-Hadits Nabi no 3456 ).</p>
<p>Fenomena yang terjadi di Indonesia dewasa ini, khususnya prilaku umat islam sudah menyimpang jauh dari aturan Allah dan Rasulnya. Mereka terlalu mementingkan urusan duniawi serta berasumsi bahwa sesuatu yang berasal dari budaya barat adalah budaya yang paling baik. Oleh karena itu, segala macam produk budaya mulai dari pakaian, gaya hidup sampai makanan dan minuman pun diadopsinya mentah-mentah.</p>
<p>Akulturasi bangsa yang semakin mudah, menyebabkan permasalahan yang menerpa kaum muda-mudi islam yang semakin berat dan kompleks. Melalui media seperi TV, VCD atau jaringan internet, budaya budaya barat (Westernisasi) dengan mudah memasuki kehidupan kita, seandainya kita tidak punya Filter jati diri muslim, kita akan mati terlindas zaman.</p>
<p>Masa remaja adalah masa pencarian identitas diri. Saat seseorang ingin mencoba hal yang baru serta mendobrak segala yang dianggapnya sebagai kungkungan. Pada masa ini dorongan rasa ingin tahu sangat besar. Mereka ingin tahu banyak hal yang hanya dapat dipuaskan dan diwujudkan dengan pengalaman mereka sendiri. Itulah sebabnya mengapa remaja begitu mudah terprovokasi berbagai hal yang didengar dan dilihatnya.</p>
<p>Barangkali mereka yang berkeras hati terlanjur tuli dan buta, sehingga dengan suka rela “kegadisan” akidah islam dijamah tangan-tangan kotor budaya kafir. Apalagi untuk menyimak Al-Quran dan As-Sunnah, sehingga segala perintah serta larangan Allah dan Rasul-Nya pun luput daru perhatiannya.</p>
<p>Wallahu’allam…….<br /></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://smart.stkip-persis.ac.id/2009/05/hati-hati-lubang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

